Warga Polman Tewas Diamuk Massa di Depan Polisi, Ini Penjelasan Polda Papua

by -1,912 views

Sopir truk asal Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Tengah (Sulteng), tewas diamuk massa di Papua karena dituduh menabrak warga hingga tewas dan babi mati. Polisi memastikan kasus tersebut diproses.

“Kasusnya sudah ditangani Polres Nabire, di-back up Polda Papua. Sebelas orang dimintai keterangan termasuk keneknya. Dan anggota Polri yang saat itu ada di TKP,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Jumat (28/2/2020).

Kasus penganiayaan tersebut disorot setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut tampak korban bernama Yus Yunus tersebut sempat berlindung di balik badan petugas kepolisian yang ada di lokasi.

Petugas yang ada di lokasi juga sudah beberapa kali menahan sejumlah warga yang main hakim sendiri.

Namun, nyawa Yus Yunus tak terselamatkan. Dia tewas diamuk massa.

Kombes Kamal menegaskan polisi tidak diam melihat Yus Yunus diamuk massa. Dia mengatakan sejumlah anggota polisi juga terluka.

“Anggota kita ada 8 yang luka, lalu mobil patroli kita juga rusak. Kan beberapa kali korban dipeluk atau berlindung di balik anggota, atau ada juga anggota yang membentengi korban. Tapi ada yang kena kayu hingga batu,” ucap Kamal.

Dia mengatakan polisi ada pendekatan khusus dalam penanganan kasus di Papua. Dia mengatakan bila petugas menerapkan tindakan keras, maka situasi bisa saja memburuk.

Dia mengatakan saat itu warga sudah memasang barikade di jalanan. Sehingga petugas tidak bisa begitu saja mengevakuasi korban dari lokasi.

“Jadi untuk karakter masyarakat, mungkin masyarakat luar Papua itu tidak paham sepenuhnya. Jangan dianggapnya masyarakat Papua seperti masyarakat yang ada di bagian barat Indonesia. Orang Papua kalau dengar tembakan bukannya lari menjauh. Dalam kasus ini, suara tembakan malah mengejar mendekat. Mereka bisa tiba-tiba lakukan tarian perang,” ujar dia.

Kamal mengatakan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Diketahui, korban Yus Yunus tidak terlibat langsung dalam kecelakaan yang menyebabkan seorang warga tewas dan seekor babi mati.

“Hasil olah TKP, orang asli Papua menabrak babi. Babinya juga mati. Kemudian warga itu terpental dan mengenai mobil yang dikendarai korban (Yus Yunus),” ujar dia.

Saat itu, situasi di lokasi memburuk karena ada provokasi. Namun, saat ini Kapolda Papua Paulus Waterpau tengah menuju ke lokasi untuk menemui pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

“Kapolda sekarang dalam perjalanan ke sana dan akan menemui kepala daerah untuk nanti menyampaikan statement kepada masyarakat terkait kecelakaan tersebut agar masyarakat dapat informasi yang sebenarnya dan tenang,” tuturnya.

Penganiayaan yang menewaskan Yus Yunus di Kabupaten Dogiyai, Papua, terjadi pada Minggu (23/2) lalu.

Yus Yunus yang berprofesi sebagai sopir truk, merupakan warga yang berasal dari Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Yus Yunus tewas secara mengenaskan setelah menjadi sasaran amuk warga Kabupaten Dogiyai, lantaran dituding sebagai pelaku penabrak seekor babi dan warga setempat, hingga tewas.

Sumber: detik.com

loading...
loading...