Warga Israel Mulai Proyek Permukiman Jelang Aneksasi

by -224 views

Penduduk Israel memulai proses membangun permukiman ilegal di selatan wilayah Tepi Barat yang telah diduduki setelah menyita tanah-tanah tersebut dari warga Palestina, jelang rencana aneksasi atau pencaplokan.

Sejumlah saksi mata menuturkan banyak pemukim Israel yang menyita tanah-tanah di utara Desa Halhul di Hebron, Tepi Barat.

Militer Israel sudah melarang warga Palestina memasuki area Halhul.

Tel Aviv menganggap wilayah itu sebagai “zona militer” Israel.

Dilansir kantor berita Anadolu Agency, proses pembangunan di wilayah itu mulai terlihat hari ini, Rabu (1/7).

Para pemukim juga telah menancapkan bendara-bendera Israel di sekitar area tersebut.

Pemukiman ini berlangsung menjelang rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat dari Palestina.

Netanyahu berulang kali mengatakan proses aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordania itu akan berlaku mulai hari ini.

Namun tampaknya pemerintahan Netanyahu berencana menunda rencana aneksasi ini menyusul tren kasus virus corona (Covid-19) yang kembali melonjak di Israel.

Aneksasi Tepi Barat merupakan bagian dari rangkaian proses perdamaian Israel-Palestina gagasan Amerika Serikat yang kontroversial.

Dalam proposal damai itu, Israel akan mencaplok 30-40 persen wilayah Tepi Barat, termasuk seluruh area Yerusalem Timur, dari Palestina.

Sejak 1967, Israel telah menduduki dan memperluas permukiman di Tepi Barat secara ilegal.

Hingga kini, sekitar 650 ribu warga Israel tinggal di lebih dari 100 perumahan di Tepi Barat bersama dengan warga Palestina.

Palestina mengancam akan membatalkan seluruh perjanjian damai dengan Israel jika rencana aneksasi tetap dilakukan.

Namun, baru-baru ini, Palestina mulai membuka diri dan menyatakan siap melakukan dialog langsung dengan Israel terkait hal ini jika Tel Aviv membatalkan rencana aneksasi.

Pemerintahan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga dikabarkan bakal menyetujui sebagian konsesi teritorial “minor” dengan Israel.

Sumber: cnnindonesia.com

loading...
loading...