Wanita Pasuruan Diperkosa Saat Anaknya SD, si Putra Bunuh Pelaku Ketika Dewasa: Saya Dengar Sendiri

by -3,739 views

Seorang wanita Pasuruan diperkosa ketika anaknya masih SD.

Saat sang anak dewasa, tepatnya duduk di bangku SMK, anak itu pun membunuh pemerkosa ibunya. Dendam melatarbelakangi semua perbuatannya.

Simak berita kasus siswa SMK Pasuruan bunuh pemerkosa ibunya berikut ini.

Siswa SMK Pasuruan yang mengaku membunuh pemerkosa ibunya adalah MMR (18).

MMR membunuh tetangganya Yasin Fadilla (49) warga Dusun Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

MMR membunuh Yasin dengan cara menusuknya.

MMR diringkus Satreskrim Polres Pasuruan tak lebih dari 1×24 jam setelah peristia penusukan itu, Selasa (17/12/2019).

MMR diketahui masih duduk kelas XIII, di salah satu SMK di Gempol, Pasuruan.

Kepada awak media, tersangka mengakui perbuatannya. Secara tegas, ia mengaku khilaf.

Ia memiliki dendam sejak kecil ke Yasin Fadillah, korban penusukan.

“Saya dendam sejak kecil, sejak saya duduk di bangku kelas 6 SD,” kata MMR, Kamis (19/12/2019) pagi.

Tersangka mengakui dendam itu tidak bisa diredam. Ia dendam karena almarhum ibu kandungnya pernah diperkosa sama Yasin Fadillah.

“Ibu saya dulu diperkosa sama dia. Itu saya dengar sendiri saat saya masih SD. Ada pak RT dan warga datang ke rumah dan minta damai saat itu. Nah, itu dendam saya sampai sekarang,” jelasnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pembunuhan ini motifnya sudah terungkap, yakni dendam.

Tersangka menyimpan dendam dengan korban.

“Dendamnya masalah keluarga. Ini pembunuhan berencana, tersangka masih duduk di bangku SMK, statusnya pelajar,” kata Kapolres.

MMR Melakukan Pembunuhan Berencana
Rofiq, sapaan akrab Kapolres Pasuruan mengatakan, disebut pembunuhan berencana karena keterangan dari para saksi disandingkan dengan keterangan tersangka disimpulkan bahwa pembunuhan tersebut sudah disiapkan.

Ia menerangkan, tersangka ini sudah menyiapkan pisau untuk menusuk korbannya sejak satu bulan sebelum hari di mana tersangka menyerang korban.

“Pisau itu disimpan di dalam kamarnya. Begitu dia tahu kalau korban ini datang ke rumah yang dekat dengan rumahnya korban langsung menyiapkannya,” kata Kapolres.

Selain itu, kata Kapolres, tersangka juga sempat mengintai korban. Artinya, sebelum korban ditusuk, tersangka mengamati pergerakan korbannya.

Ia memantaunya dengan sepeda angin yang dipinjamnya dari temannya.

“Dia ikuti pergerakan korban. Setelah itu, tersangka mengambil pisau yang sudah disiapkan di rumah. Dan kembali berjaga-jaga di dekat lokasi korban berada,” papar dia.

Kapolres menerangkan, tersangka ini sempat menggunakan topi, masker dan jaket.

Begitu melihat korban keluar dari rumah tetangganya, tersangka langsung datang dan menusuk korban. Selanjutnya, kata dia, tersangka pergi dari lokasi.

Ia sempat bersembunyi di rumah saudaranya yang kosong dan tidak lagi dihuni. Tak lama, ia menghubungi adik kandungnya.

“Dia minta uang ke adiknya dan minta diantarkan ke Ngoro, Mojokerto. Tersangka naik bus kuning ke arah Terminal Mojokerto dari Ngoro. Setelah itu, tersangka naik bus menuju Kediri,” tambhanya.

Di Kediri, kata Kapolres, tersangka diamankan. Ia mengaku pihaknya masih mendalami kasus ini.

Untuk sementara, baru satu tersangka yang diamankan. Kini, MMR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...