Walau Hanya 2 Rakaat, Ini Alasan Sholat Gerhana Dilakukan Dengan Durasi yang Panjang

by

Dari Abu Musa RA, ia berkata,

”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”. (HR.  Muslim).

Sahabat Ummi, sudah pernah melaksanakan shalat gerhana? Meskipun hanya 2 rakaat, faktanya shalat gerhana bisa memakan waktu cukup lama lho.

Mengapa demikian? Karena kita dianjurkan membaca surah quran yang panjang dan baru selesai shalat setelah gerhana berlalu.

“Maka apabila kalian melihatnya, maka lakukanlah solat dan berdoalah kepada Allah sampai hal yang menakutkan itu hilang.” (HR. Muslim)

Shalat gerhana dilakukan dalam 2 rakaat namun memiliki 4x ruku’, yakni 2x ruku’ di masing-masing rakaat.

“Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama denan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku’ cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku’ lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku’ yang pertama.” (HR Bukhari dan Muslim)

Pada rakaat pertama, surat yang dibaca setelah Al Fatihah diutamakan adalah surat yang panjang, seperti Al Baqarah.

Sedangkan pada rakaat kedua, setelah Al Fatihah, yang dibaca surat panjang sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran.

Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al-Baqarah dalam panjangnya.

Sedangkan berdiri yang kedua masih pada rakaat pertama dibaca surat dengan kadar sekitar 200-an ayat, seperti Ali Imran.

Ruku’ Lama
Yang dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80, 70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah.

Panjang ruku’ dan sujud pertama pada rakaat pertama seputar 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku’ dan sujud kedua dari rakaat pertama seputar 80 ayat surat Al-Baqarah.

Dan seputar 70 ayat untuk rukuk dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan rukuk terakhir sekadar 50 ayat.

Dalilnya merujuk pada hadis-hadis shahih yang telah disepakati para ulama.

“Dari Ibnu Abbas ra berkata,”Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku’ sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu ruku’ lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku’ panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sudah siap melaksanakan shalat gerhana?

Sumber: ummi-online.com

Loading...
loading...
loading...