VIRAL Pria Gunakan Bra Sebagai Pengganti Masker Pelindung Dari Kabut Asap, Masker Apa yang Tepat?

by -2,075 views

Foto pria yang menggunakan bra sebagai pengganti masker untuk melindungi diri dari kabut asap viral di pesan Whatsapp.

Berdasarkan pesan siaran di Whatsapp, pria tersebut adalah seorang warga Malaysia.

Foto yang tersebar menunjukkan, pria itu difoto separuh wajahnya yang ditutupi oleh satu sisi bra.

Bra yang dipakai pun dijepit oleh tali pengencang helm.

Dilansir China Press, foto viral tersebut disebarkan dengan disertai kalimat “Kabutnya buruk. Jaga keamanan teman-teman! Ingatlah untuk memakai pelindung.

Sementara cara tersebut dianggap sebagai gurauan atas antisipasi kabut asap, seorang warganet Twitter bernama @DrBeniRusani mengunggah gambar tentang masker.

Beni Rusani menjelaskan kepada warganet tentang masker mana yang tepat untuk melindungi pernapasan dan mana yang memiliki sedikit pengaruh.

Penjelasan tersebut diunggah pada Jumat, (13/9/2019) silam.

Dalam unggahannya, Beni Rusani menjelaskan sebagai berikut.

“Hai teman-teman, ‘masker bedah’ tidak berhasil melawan kabut asap. Masker ini dirancang untuk tumpahan cairan & darah. Masker yang berfungsi adalah N95. Beri tahu keluarga & teman Anda.

Memberitahu mantan Anda adalah pilihan.”

Dilansir Kompas.com, masker N95 adalah masker yang mampu memfiltrasi partikel halus berukuran 0,5-2.5 mikron sampai dengan 95 persen.

“N artinya non oil based partikel (atau) partikel-partikel yang tidak mengandung minyak. (Sedangkan) 95 artinya mampu filter partikel halus sampai dengan 95 persen,” ujar Dr.dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia – RSUP Persahabatan, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/9/2019).

Masker N95 direkomendasikan bagi orang yang harus beraktivitas di luar ruangan ketika polusi udara sudah masuk kategori Air Quality Index (AQI) tidak sehat atau sama hingga lebih dari 150.

“(Ini direkomendasikan) baik pada polusi udara di perkotaan maupun karena asap kebakaran hutan, bila AQI sudah masuk tidak sehat,” ujar dokter Agus.

Meski demikian, anak-anak, ibu hamil, lansia dan pasien dengan penyakit jantung atau paru kronik tidak disarankan untuk menggunakan masker N95.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...