VIRAL Pernyataan Kapolres Lumajang Arsal Sahban soal Begal: Tembak di Tempat, Begini Penjelasannya

by -3,969 views

Viral di Facebook perintah Kapolres Lumajang Arsal Sahban memerintah bawahannya untuk menembak begal di tempat.

Pada Minggu (22/9/2019), Arsal Sahban melalui grup Facebook SAHABAT M.A.S, meminta maaf pada masyarakat Lumajang, Jawa Timur setelah terjadi pembunuhan yang dilakukan begal.

Menurut penjelasan Arsal, pembegalan yang menewaskan seorang warga Jember terjadi pada Sabtu (21/9/2019) malam.

Ia mengaku merasa sangat bersalah terkait insiden tersebut.

Lebih lanjut, Arsal pun mengatakan Katim Cobra yang ia perintahkan agar tak segan-segan menembak pelaku begal di tempat.

Bahkan Arsal menyatakan ia menghalalkan darah begal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan ragu dalam menumpas aksi kejahatan yang dilakukan begal.

Arsal berjanji akan melindungi dan merahasiakan identitas saksi.

Tak berhenti sampai disitu, Arsal meminta warga Lumajang agar tak membeli motor bodong dalam upaya mengurangi aksi pembegalan.

Berikut unggahan Arsal Sahban di Facebook yang menjadi viral:

Unggahan Kapolres Lumajang mengenai pernyataannya soal begal yang viral

Kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya.

Saya Kapolres Lumajang mohon maaf yang sangat mendalam atas kejadian begal yang menyebabkan meninggalnya salah satu warga Jember semalam.

Ini tentu merupakan tanggung jawab saya. Saya sangat merasa bersalah atas kejadian ini.

Pelaku harus bisa kita tangkap. Katim Cobra sudah saya perintahkan agar dengan segala cara bisa menangkap pelakunya. KATIM COBRA HARUS TEMBAK DITEMPAT PELAKU BEGAL.

PELAKU BEGAL SAYA HALALKAN DARAHNYA. SILAHKAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENUMPAS, JANGAN TAKUT DAN RAGU.

Saya juga berharap kepada masyarakat yang mengetahui pelakunya agar menginformasikan kepada kami. Saksi akan kami lindungi dan kami rahasiakan.

Saya himbau juga kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya untuk tidak membeli kendaraan bodong, karena akan menyuburkan aksi-aksi begal. Bila peminat motor bodong tinggi, maka suplainya pasti meningkat. Dan suplai motor bodong pasti dari tindak kejahatan seperti Begal.

Kedepan, saya akan mencari segala cara untuk membuat Lumajang aman dan terbebas dari masalah BEGAL. Mohon dukungannya dari semua lapisan masyarakat Lumajang.

MARI KITA LAWAN BALIK KEJAHATAN

Hormat saya,

AKBP DR M. Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH – Kapolres Lumajang

Minggu, 22 September 2019.”

Hingga Senin (23/9/2019) sore, unggahan Arsal telah dibagikan lebih dari 2.600 kali dan mendapat seribu lebih komentar.

Dilansir SURYA.co.id, Arsal Sahban mengakui pernyataannya di Facebook yang kini viral.

Arsal mengatakan ia merasa kasihan pada korban begal.

Ia juga tidak ingin ada kejadian serupa di Lumajang.

Maka dari itu, Arsal mengungkapkan pihaknya akan melakukan cara apa saja untuk menghentikan begal di Lumajang.

“Kasihan korban begalnya. Saya tidak ingin lagi ada kejadian begal di Lumajang, apalagi sampai meninggal.”

“Kami harus lakukan segala cara untuk menghentikan kejadian begal di Lumajang,” kata Arsal, Minggu.

Lebih lanjut, Arsal juga membenarkan satu diantara kalimat dalam unggahannya yang berbunyi, “Pelaku begal, saya halalkan darahnya.”

Kronologi Pembegalan
Korban pembegalan yang merupakan pasangan suami istri, Rismiyanto (37) dan Liyatus Solikah (30), adalah warga asal Dusun Ampeldento, Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Saat dibegal, Rismiyanto dan Liyatus tengah dalam perjalanan menuju Jember dari Surabaya mengendarai motor.

Keduanya melewati Kecamatan Kedungjajang yang merupakan jalur alternatif pada Sabtu sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat tiba di desa itu, Rismiyanto dan Liyatus dihadang dua orang tak dikenal yang mengacungkan celurit.

Begal tersebut kemudian merampas sepeda motor Honda Vario bernopol P 6148 KE milik Rismiyanto.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku begal tega membacok Rismiyanto karena diduga korban melawan.

“Selain merampas sepeda motor, kemungkinan korban melawan dan pelaku membacoknya,” terang Kapolsek Kedungkajajang AKP Sugianto, dilansir SURYA.co.id.

Rismiyanto dinyatakan tewas setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Haryoto, Lumajang.

Kepolisian Lumajang pun hingga kini masih menyelidiki kasus pembegalan dan pembunuhan tersebut.

Arsal Sahban mengungkapkan ada orang yang dicurigai dan saat ini tengah dilacak.

“Ada yang kami curigai, tapi harus didalami dan dipastikan lagi.”

“Kami mohon doanya, semoga pelaku bisa segera diungkap,” tandas Arsal.

Sosok Kapolres Lumajang Arsal Sahban
Kapolres Lumajang Arsal Sahban saat ini tengah menjadi perbincangan setelah unggahannya di grup Facebook SAHABAT M.A.S viral.

Kapolres Lumajang, Arsal Sahban, saat penetapan tersangka pembacokan

Berdasarkan informasi pribadi yang dicantumkan di Facebook, Arsal pernah menempuh studi S-1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Melalui media sosial Facebook dan Instagram, Arsal kerap membagikan unggahan mengenai kegiatannya sebagai polisi.

Arsal pernah hadir dalam program televisi ILC tvOne saat membahas soal bahaya bisnis berskema piramida alias MLM.

Iapun kerap mendapat pujian dari warganet atas kinerjanya.

Meysha Msi Lumajang: “Pemimpin the best. Idola banget.”

St Zubaidah: “Aku dukung Ndan Arsal. Semoga apa yang menjadi kebaikan selalu sukses dan semoga dalam lindungan Allah. Sehat yah Ndan Arsal dan keluarga.”

Ariani Ibue Adji: “Pelayan publik yang disenangi semua massa pendukungnya. Keren bener Ndan, sama artis sinetron lewat ga ada apa-apanya. Kalah pamor.”

Novita Ayu Lestari: “Sehat selalu nggih Pak. Semoga Bapak selalu dalam lindungan Allah SWT. Lumajang sangat bangga punya Bapak.

Sumber: tribunnews.com

No More Posts Available.

No more pages to load.