VIRAL Pernikahan Nenek Perawan, 56 Tahun Baru Bertemu Jodoh, Lihat Suaminya Ini

by -2,303 views

Foto-foto pernikahan dan kisah pasangan yang satu ini menjadi viral di media sosial.

Kisah dan foto pasangan ini diunggah oleh sebuah akun Instagram @makassar_iinfo, dilansir dari Suar.ID (grup TribunJatim.com).

Sang nenek yang baru saja menikah ini bernama Hj. Hawang asal Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia baru saja menemukan pujaan hati di usianya yang kini menginjak 56 tahun.

Di usianya yang hampir lanjut ini ia dipertemukan seorang laki-laki yang menjadi pasangannya.

Laki-laki ini adalah seorang duda tanpa anak. Duda ini bernama Sirajudin.

Untuk diketahui ini merupakan pertama kalinya Hj Hawang menikah.

Seorang fotografer bernama Firman, yang ikut mengabadikan momen pernikahan pasangan tersebut juga ikut bahagia.

Meski tak lagi bisa dibilang muda, Hj Hawang akhirnya menemukan pasangan yang selama ini dicarinya.

Melalui akun Facebook Firman Fotography pada Rabu (4/12), Firman juga memberikan sedikit pesan.

“Jangan bersedih ketika jodohmu belum kau temukan.

“Karena sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan jodoh yang terbaik untukmu”, tulisnya.

Tak cuman pesan, akun tersebut juga membagikan beberapa foto momen pernikahan Hj Hawang ini.

Pasangan ini nampak begitu bahagia dalam setiap momen pernikahannya. Postingan ini pun menuai berbagai komentar dari netizen.

“Jiwa kejombloanku bergetar,” tulis akun @sriandinisyukur.

“Aku liatnya malah sedih .. kenapa baru ketemu jodohnya takutnya nanti masa tua , gak ada anak yg ngurus,” komen akun @evaapril.

“Syedih jodoh yang terlambat tapi indah pada waktunya,” kata akun @juzi_27.

Pernikahan kakek dan nenek yang viral lainnya juga pernah terjadi di Yogyakarta.

Mereka adalah Kirman Mitro Wiyono (92), warga Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Yogyakarta, yang menikahi Sutinah (79), warga Dusun Pencil, Desa Bendung, Semin.

Pasangan ini menikah pada Kamis (27/6/2019) pagi.

Saat ditemui Kompas.com di rumah sederhana milik Mitro, pasangan lansia ini tampak beraktivitas seperti biasa.

Mitro sedang bersantai di ruang tamu sambil mengisap rokoknya. Sedangkan Sutinah memasak daging ayam yang dibelinya dari pasar.

Meski berusia lanjut, Mitro tampak sehat dan masih energik. Bahkan ingatannya pun tergolong masih baik.

Pria yang sudah tiga kali menikah ini bercerita, sejak muda dirinya sudah mengenal Sutinah, karena memang sering melintas di sekitar rumahnya.

Namun, belum muncul rasa cinta kala itu. Lalu keduanya menikah dengan pilihan masing-masing di saat muda.

Mitro menikah dua kali dengan Naruh dan Daliyem. Keduanya sudah meninggal empat tahun lalu.

Sedangkan Sutinah menikahi Kastoyo yang meninggal dua tahun yang lalu.

Dari pernikahan terdahulu, keduanya tidak dikaruniai momongan, hanya saja Sutinah mengangkat seorang anak.

“Awal cinta itu beberapa waktu yang lalu, saat Sutinah membeli kayu bakar,” kata pria yang berprofesi sebagai pengrajin kayu di rumahnya, Jumat (28/6/2019), dikutip dari Kompas.com.

Cinta Bermula Dari Kayu Bakar
Pekan lalu, Sutinah datang ke rumah Mitro untuk meminta kayu bakar.

Janda tersebut menyuruh Mitro untuk ke rumahnya lantaran anak angkat Sutinah sedang tidak berada di rumah.

Lepas sholat Isya, Mitro yang sudah memiliki rasa dengan Sutinah kemudian pergi ke Padukuhan Pencil tempat Sutinah tinggal.

Singkat cerita, keduanya ditanya warga terkait hubungan keduanya. Tanpa berpikir lama-lama, keduanya mantap menikah.

“Saya tidak pernah mengucapkan cinta atau sayang, nanti malah seperti anak muda,” ucapnya dalam bahasa Jawa.

Berbagai persiapan dilakukan dibantu oleh tokoh masyarakat setempat.

Hingga pada akhirnya, Kamis, dilangsungkan ijab kabul di KUA Semin.

Tetangga dan keluarga dari masing-masing mempelai menyaksikan prosesi pernikahan tersebut.

Dengan mas kawin uang tunai sebesar Rp 150.000, di hadapan banyak orang keduanya dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri.

“Sekarang sudah lega karena sudah sah,” ucapnya.

Tak banyak harapan dari keduanya, yang pasti mereka akan hidup bersama untuk menghabiskan sisa umur.

“Saya ingin hidup bahagia bersama sampai nanti,” kata Sutinah.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...