Video Viral PKL Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel Gegara Tegur Soal Parkiran, Begini Faktanya

by -1,095 views

Viral sebuah video seorang perempuan yang mengaku sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang kini tak bisa berjualan.

Perempuan bernama Evitasari (28) itu awalnya berjualan di Pasar 16 Ilir Palembang.

Ia mengaku diancam oleh istri Wakapolda Sumatera Selatan.

Video pengakuannya viral di kanal YouTube ‘Now Sumsel’ dengan durasi 14 menit 39 detik.

Namun, video tersebut bukanlah video baru melainkan video lama yang diunggah ulang.

Dalam video itu, Evitasari menyebutkan, dia tak bisa lagi berdagang di Pasar 16 Ilir Palembang lantaran dia menegur seorang wanita yang mengaku sebagai istri Wakapolda Sumsel.

Dalam rekaman video tersebut, Evitasari menjelaskan, kejadian itu bermula saat ada seorang ibu yang parkir mobil di tempatnya berdagang.

Dia pun menegur ibu tersebut agar tidak parkir di sana karena akan digunakan untuk berjualan. Menurut cerita Evitasari, sang ibu itu berjanji untuk tidak lama-lama parkir.

Marah Ditegur Lama Parkir

Namun, ibu tersebut baru kembali satu jam kemudian. Akibatnya, Evitasari menjadi terlambat untuk berjualan. Evitasari pun protes ke si ibu tersebut.

“Terus ibu itu tidak terima saya tegur, langsung dia jawab. Saya ini istrinya Wakapolda, berani kamu menegur saya. Kamu tidak tahu berurusan dengan siapa?” “Saya tidak tahu ibu itu siapa,” ujar Evitasari dalam video.

Kemudian, Evitasari mengaku, ibu tersebut langsung mengambil fotonya dan mengancam bahwa dia tak akan lagi bisa berdagang di Pasar 16 Ilir.

“Saya pastikan kamu enggak akan bisa jualan lagi di Pasar 16 Ilir ini lagi. Saya pastikan kamu enggak akan terlihat lagi di pasar ini. Lalu ibu itu foto wajah saya. Terus saya jawab, ‘Salah saya apa? Kenapa saya tidak bisa jualan di sini?’” kata Evitasari sembari menangis menceritakan kejadian yang menimpanya.

Sudah Mencoba Minta Maaf
Setelah ibu yang mengaku istri Wakapolda Sumsel itu pergi, Evitasari mencoba membuka dagangannya, tetapi ia dan suaminya mendadak didatangi preman pasar.

Preman pasar tersebut menyarankannya untuk tidak berjualan dulu karena yang ditegur adalah istri Wakapolda Sumsel dan anaknya besan Herman Deru (Gubernur Sumsel).

Ia juga menyarankan agar Evitasari dan suaminya ikut dia untuk “sowan” ke rumah sang ibu untuk meminta maaf.

Evitasari dan suaminya menuruti saran tersebut dan datang ke rumah sang ibu di Makrayu.

Di sana, mereka bertemu sang ibu, tetapi ibu tersebut enggan memaafkan Evitasari.

“Enggak ada maaf-maaf, saya pastikan kamu tidak bisa jualan lagi di Pasar 16 itu. Peganglah omongan saya. Ibu itu ngomong begitu. Sudah tidak lama dari situ, saya nangis. Kata suami saya, ‘Ya sudah, kita sudah ada iktikad baik mau minta maaf. Kita sudah menjemput, tapi ditolak mentah-mentah oleh ibu itu’,” ujarnya.

Tidak bisa jualan
Usai permintaan maafnya ditolak, Evitasari tetap berdagang, tetapi selalu ditutup lantaran didatangi preman dan Satpol PP.

“Ada datang Pol PP dari provinsi. Dia menyuruh saya harus tutup sekarang juga karena saya sudah menegur istrinya Wakapolda Palembang (maksudnya Wakapolda Sumsel). Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi, saya tidak mengerti, saya diancam, kalau enggak tutup saya akan di-LP-kan,” ujarnya.

“Saya enggak tahu saya harus gimana. Terus warung saya disuruhnya tutup, sedangkan yang lainnya enggak ada yang tutup. Cuma saya sendiri, mereka semua mengancam saya tidak boleh lagi jualan di Pasar 16 itu, tidak boleh lagi terlihat di Pasar 16 karena saya sudah berani menegur istri Wakapolda Palembang (maksudnya Wakapolda Sumsel),” ungkap Evitasari sembari menangis tersedu-sedu.

Penjelasan Polisi: Video Lama Tahun 2012 Kembali Viral
Terkait kejadian tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi angkat bicara.

Menurut dia, video tersebut telah lama dibuat oleh Evitasari. Kasus ini sendiri tidak ada kaitannya dengan istri Wakapolda Sumsel saat ini yakni Brigjen Pol Rudi Setiawan.

Sementara istri Wakapolda Sumsel yang dimaksud Evitasari dalam videonya adalah istri Wakapolda Sumsel yang menjabat tahun 2012.

“Kasus ini tidak ada kaitannya dengan Ibu Wakapolda sekarang (Wakapolda Sumsel sekarang adalah Brigjen Pol Rudi Setiawan). Permasalahannya dengan Ibu Wakapolda (maksudnya istri mantan Wakapolda Sumsel) tahun 2012 lalu dan masalahnya sudah selesai,” kata Supriadi saat memberikan keterangan pers mengenai video viral tersebut kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

Supriadi menjelaskan, dua hari setelah kejadian antara Evitasari dan istri Wakapolda Sumsel tersebut telah berdamai.

Bahkan, Evitasari telah kembali berdagang bakso seperti sebelumnya di Pasar 16 Ilir. Namun, ternyata akun YouTube bernama “Now Sumsel” baru-baru ini kembali mengunggah video tersebut hingga akhirnya kembali viral.

“Dua hari setelah kejadian, Ibu Evitasari sebenarnya sudah minta videonya dihapus. Namun, di-upload lagi,” katanya.

“Atas kejadian ini, Ibu Evitasari telah membuat laporan di Polrestabes Palembang,” jelasnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...