Video Pilu 2 Balita Dibuang di Pinggir Jalan Kota Medan, Menangis Sambil Memanggil Ibunya, Begini Nasib Keduanya

by

Tangis pilu bocah balita perempuan memanggil sang ibu menarik perhatian warga sekitar.

Tak sendirian, bocah perempuan yang menangis itu terlantar di pinggir jalan bersama balita yang lebih kecil, diduga adiknya.

Keduanya terlantar di depan pintu gerbang berwarna sebuah rumah, di Kota Medan.

Video tentang kedua bocah yang diduga ditelantarkan oleh tuanya itu diunggah oleh akun YouTube, Si Kosong Kejadian pada Senin (29/7/2019).

Dengan judul ‘Dua orang anak dibuang ibunya di tengah jalan, di simpang lampu merah karya wisata, Medan 29 Juli 2019’.

Sementara sang kakak menangis memanggil-manggil ibunya, terlihat adiknya hanya duduk diam di tanah.

Didekat kedua balita itu terlihat dua kantong plastik berisi pakaian mereka.

Mama,” terdengar sang kakak memanggil ibunya sambil menangis.

Warga terlihat mendekati keduanya dan menanyakan keberadaan ibu mereka.

Mana mamanya?” tanya seorang warga.

Tak menjawab balita tersebut terus menangis sambil memanggil ibunya.

Dari video tersebut terlihat keduanya akhirnya diajak masuk oleh pemilik rumah.

Mengutip dari Kompas.com (30/7/2019), berdasarkan penelusuran lebih lanjut pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan membenarkan kejadian tersebut.

Deli Marpaung, Kepala Seksi Anak dan Lansia Dinsos Kota Medan mengkonfirmasi kebenaran adanya anak yang ditelantarkan di Jl AH Nasution simpang Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor.

Lebih lanjut dijelaskan pihaknya telah menerima kedua anak balita tersebut dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Medan pada Senin (29/7/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam surat keterangan dari Polrestabes Medan, kedua anak tersebut bernama Ester (perempuan), diperkirakan berusia 2 tahun dan Ezra (laki-laki) diperkirakan berusia 1 tahun.

Kedua anak tersebut diserahkan oleh seorang perempuan bernama Dewi Jernih Telaumbanua.

Dewi adalah pemilik rumah didepan jalan tempat kedua balita itu ditelantarkan.

Pada Senin pagi (29/7/2019), Dewi dipanggil oleh warga karena ada dua anak balita menangis di depan rumahnya.

Sebelum diserahkan ke pihak berwenang, kedua balita tersebut terlihat sempat dibawa masuk ke rumah Dewi.

Jadi dari situ dia melapor ke Polrestabes pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, lalu polisi menyerahkan ke kita,” ujar Deli.

Lalu kita serahkanlah ke panti asuhan, rumah sementara perlindungan anak, sebagai anak negara,” lanjutnya.

Kedua balita tersebut kini berstatus sebagai anak negara.

Dengan status tersebut, jika kemudian orangtuanya datang ingin mengambil kedua anak tersebut, harus membawa bukti dan saksi yang membenarkannya sebagai orangtua.

Sumber: grid.id

Loading...
loading...
loading...