VIDEO: Menakjubkan, Anak Berkebutuhan Khusus Ini Lantunkan Azan Sampai Menangis

by -2,671 views

Apa pandangan masyarakat terhadap anak yang berkebutuhan khusus, semisal dia mengalamai perlambatan dalam berbicara? Masyarakat bisa saja akan melihat sisi negatifnya, mencibir, dan sisi buruk lainnya. Tapi ada banyak juga masyarakat yang melihat dari sisi baiknya, karena semua manusia adalah ciptaan Allah SWT. Dan semua ciptaanya adalah sempurna, tak ada cacat sedikit pun.

Sebagiamana Allah SWT mengatakan dalam Al Quran, kitab suci umat Islam, Surat At Tin atau surat ke 95, ayat keempat.

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalambentuk yang sebaik-baiknya. (Surat At Tin/ 95:4).”

Anak mualaf, autis….susah ngomong….namun dengar dia adzan….sampai keluar air mata….hiks…hiks…

Posted by Sablie Achmad on Saturday, April 2, 2016

Penciptaan Allah sungguh sempurna. Di dalam kekurangan yang tampak oleh manusia karena anak tumbuh dengan kesulitan berbicara, ternyata Allah melebihkan dalam sisi yang lain. Dan ketika mansuia melihatnya, makan terurailah air matanya. Takjub dan pesonanya terasa hingga di lubuk hati paling dalam.

Seperti dalam video yang merekam seorang bocah dengan usia sekitar 10 tahunnan, melafalkan kalimat-kalimat azan. Dan suaranya…hhmmmmm, bikin merinding. Kemerduan suaranya bila diadu dengan suara-suara adzan yang ditayangkan di televisi kala waktu Maghrib tiba, bisa jadi lebih baik.

Video adzan yang diunggah oleh akun Facebook Sablie Achmad pada 3 April 2016, menyertakan keterangan bahwa anak tersebut adalah mualaf dan mengalami kesulitan dalam berbicara, tapi suara adzannya sangatlah merdu. Menakjubkan.

Dalam video itu, si anak melantunkan adzan dengan penuh penghayatan. Ekpresinya menunjukkan ia merakan sekali bahwa Allah itu maha besar. Hingga pada kalimat-kalimat Hayyaalas solaah, air mata bocah ini meleleh. Ia kemudian menyekanya. Dan wajah tangisan itu masih terlihat hingga kalimat terakhiar, Laa ilahaillallah.

Siapa pun yang menyaksikan video ini hingga akhir, hatinya akan bergetar dan tak terasa air mata ini pun tumpah.

loading...
loading...