VIDEO Evakuasi Jenazah Thoriq Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Ada Fakta Selfie dan Kabut

by

Tim SAR gabungan kembali membuka upaya pencarian terhadap Thoriq Rizki Maulidan (14) di Gunung Piramid Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu (6/7/2019) pagi.

Hal ini dilakukan setelah mendapat informasi tentang penemuan tanda-tanda keberadaan jenazah Thoriq Rizki Maulidan di sekitar tebing.

Tak berapa lama kemudian, jenazah Thoriq pun ditemukan. Terkait penemuan jenazahnya, banyak dikabarkan oleh akun-akun pendakian di media sosial, terutama Instagram.

Akun Instagram @mountnesia pada Sabtu (6/7/2019) sore mengabarkan: “Proses evakuasi adek Thoriq berjalan lancar. Terimakasih para relawan dan teman teman INFO BONDOWOSO yang sudah membantu doa. Al-fatihah untuk adek Thoriq semoga di terima di sisi Allah.”

Selain membagikan foto-foto proses evakuasi, akun @mountnesia juga membagikan videonya dengan disertai caption: “Dokumenasi video EVAKUASI THORIQ !! Jasad Thoriq sudah bisa d angkat ke punggungan gunung piramid. Selamat ulang tahun dan selamat jalan kawan.”

Diberitakan sebelumnya, tanda-tanda keberadaan Thoriq Rizki Maulidan pertama kali ditemukan oleh Potensi SAR dari tim Wanadri, GMPT Bondowoso dan beberapa organisasi Potensi SAR lainnya pada Jumat (5/7/2019) sore.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Curahdami melalui kapolsek setempat.

“Informasinya, tanda-tanda keberadaan Thoriq ditemukan di daerah tebing di gunung Piramid, lokasinya berada pada koordinat 07° 56′ 30,24″ S 113° 43′ 53,47″ E,” ujar Rudy Prahara selaku Komandan tim operasi Pos BASARNAS Jember seperti dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, Sabtu (6/7/2019).

Merespon informasi tersebut, lanjut Rudy, Kantor SAR Surabaya membuka kembali Operasi SAR terhadap Thoriq Rizki Maulidan.

Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim operasi dari Pos BASARNAS Jember untuk berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan terkait rencana evakuasi terhadap Thoriq dari lokasi penemuan hingga ke posko.

Tim SAR gabungan membentuk tiga SRU (Serach and Rescue Unit) untuk melakukan upaya evakuasi terhadap Thoriq.

SRU pertama (terdiri dari unsur TNI – POLRI, Wanadri, dan GMPT) bergerak menuju ke atas tebing dan menyiapkan jalur evakuasi korban dari lokasi ditemukannya.

SRU kedua (terdiri dari tim Pos BASARNAS Jember dan SAR OPA Jember) bergerak menuju ke titik koordinat evakuasi melalui jalur pendakian.

Dari titik tersebut, SRU kedua akan membantu upaya evakuasi korban dari bawah tebing, yang akan dilakukan dengan teknik lifting.

Teknik lifting merupakan tehnik membawa korban dari bawah menuju ke atas.

Dalam hal ini, mengevakuasi Thoriq dari bawah tebing menuju ke atas tebing guna proses evakuasi selanjutnya.

Pelaksanaan teknik lifting ini menggunakan sejumlah peralatan vertical rescue, seperti harnest, carabiner, figure of eight, tandu dan peralatan lainnya.

“Karena upaya evakuasi akan dilakukan di medan yang terjal dan berbahaya, para personel tim SAR gabungan sangat memperhatikan faktor keselamatan diri dalam bertugas. Untuk itu, mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (diantaranya helm, full body harnest dan safety rope),” ujar Rudy.

Adapun SRU ketiga (terdiri dari gabungan unsur SAR yang lain) bergerak menuju ke Pos 2.

Mereka akan bertugas melanjutkan evakuasi secara estafet hingga ke titik evakuasi akhir, di mana telah disiagakan mobil ambulans.

Hal ini dilakukan setelah korban berhasil dievakuasi dari bawah tebing oleh SRU pertama dan SRU kedua.

Rencananya, setelah berhasil dievakuasi ke titik akhir, selanjutnya Thoriq akan dibawa menuju ke RSUD Bondowoso guna proses lebih lanjut oleh petugas.

Sementara itu hingga berita ini dikabarkan, tim SAR gabungan dalam perjalanan menuju ke lokasi penemuan dan kemudian melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengevakuasi Thoriq.

Hilang Akibat Kabut
Polda Jatim menerangkan kronologi hilangnya Thoriq Rizki Maulidan pendaki Gunung Piramid.

Mulanya, Thoriq beserta tiga rekannya dari SMPN 4 Bondowoso, Minggu (23/7/2019) silam, melakukan pendakian menuju puncak Gunung Piramid.

Sebuah gunung yang berada di kawasan Kompleks Gunung Saing Pegunungan Hyang, Argopuro.

Mereka memulai perjalanan sekitar 07.00 WIB dan sampai di puncak 16.00 WIB.

“Rombongan tiba di tujuan dan melakukan selfie sambil menunggu sunset atau matahari terbenam,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Sabtu (6/7/2019).

Namun tak diduga, sebelum silau sinar sunset mereka dapat, lanjut Barung, tanpa diduga kabut tebal mendadak menuruni lereng.

Sehingga membuat mereka mengurungkan niatnya berswafoto seraya mengabadikan moleknya sinar senja.

“Kondisinya kan gelap dan rombongan memutuskan untuk segera turun dengan alat penerangan seadanya, pakai senter handphone,” lanjutnya.

Saat perjalanan turun ke lereng, ungkap Barung, Thoriq ternyata berjalan begitu cepat, hingga mendahului rombongan ketiga rekannya.

“Mendahului dengan jarak sekitar 6-7 meter dari ketiga anak lainnya, temannya telah mengingatkan Thoriq agar tetap sama rombongan,” katanya

Lantaran telah kehilangan jejak, saat dipanggil oleh rekannya, Thoriq tidak mrnjawab.

“Pukul 18.30 WIB rombongan ketiga anak tersebut sampai di rumah Syahril, rekannya, kemudian melapor ke Polsek Curahdami Polres Bondowoso,” tandasnya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...