Video Detik-detik Tsunami Menerjang Banten dan Lampung

by

Telah terjadi tsunami di wilayah Banten dan Lampung pada hari Sabtu (22/12/2018).

Dilansir Tribunwow.com dari akun Youtube Zyndu Official, nampak tsunami menerjang sebuah hotel.

Gelombang tsunami terlihat masuk ke area makan hotel tersebut yang terletak di outdoor.

Di video tersebut diketahui, hotel tersebut adalah Grand Elty Krakatoa Resort yang berada di Lampung Selatan.

Diberitakan dari Wartakotalive.com pada Minggu (23/12/2018), data terbaru sampai pukul 07:00 yang dihimpun dari BPBD Lampung Selatan dan BPBD Banten menyebutkan, korban tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan 36 orang meninggal dunia.

Korban tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan sebelumnya disebutkan 20 orang.

Kemudian, sekitar pukul 05:30, data korban Tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan naik menjadi 29 orang orang.

Wartakotalive.com kemudian melakukan pengecekan kembali dan data korban meninggal akibat tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan sampai pukul 07:00 WIB menjadi 36 orang.

Korban luka-luka sampai pukul 07:00 tercatat 89 orang di Lampung Selatan. Banyak bangunan rusak parah.

Rincian korban tersebut adalah korban meninggal di pesisir Pantai Pandeglang berjumlah 29 orang dan dari Lampung Selatan, tepatnya dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Rajasabasa berjumlah 7 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Ketut Sukerta yang dihubungi Wartakotalive.com menyebutkan, korban tewas berasal dari 2 kecamatan yang terkena dampak paling parah.

“Sampai pagi ini korban meninggal ada 7 orang. Mereka berasal dari dua kecamatan, yaitu Rajabasa dan Kalianda,” ujar Ketut Sukerta.

“Mereka masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit,” ujar Ketut Sukerta.

Menurut Ketut Sukerta, bisa saja korban bertambah karena saat ini anggotanya masih terus melakukan pendataan korban manusia, maupun bangunan, dan yang lainnya akibat tsunami di Lampung Selatan.

Korban Tewas di Pesisir Pandegelang 29 Orang
Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, Kepala BPBD Banten Kusmayadi menyatakan hingga kini pihaknya mencatat 29 korban tewas akibat tsunami Pantai Anyer, Kabupaten Pandeglang.

Tsunami Pantai Anyer dan Lampung Selatan sebelumnya oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebut sebagai gelombang tinggi.

Petugas masih terus berusaha melakukan evakuasi korban tsunami Pantai Anyer.

Petugas masih mendatangi sejumlah desa di kawasan Pantai Pandeglang, mulai dari Tanjung Lesung sampai Sumur di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Hingga berita ini diturunkan, Minggu (23/12/2018) pukul 05.57, evakuasi korban tsunami Pantai Anyer Banten dan Lampung Selatan masih terus dilakukan.

Dalam evakuasi yang dilakukan di perairan Tanjung Lesung dan Sumur, petugas BPBD Banten menangani lima korban tewas.

Menurut Kusmayadi, pihaknya masih kesulitan menjangkau lokasi yang paling parah dilanda tsunami.

Akses ke sejumlah titik di kawasan pantai itu masih sulit ditembus karena tertutup sampah dan puing-puing bangunan.

Lihat videonya dibawah ini:

Data Korban Meninggal Dunia
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho baru saja mengupdate data korban bencana alam Tsunami di Banten dan Lampung.

Hingga pada Minggu (23/12/2018) pukul 10.00 WIB, 62 orang tercatat meninggal dunia, 584 orang menderita luka-luka, serta 20 orang dinyatakan hilang.

Hal itu disampaikan Sutopo melalui akun Twitter resminya @Sutopo_PN pada Minggu. Selain kerugian tersebut, tercatat ratusan rumah dan bangunan rusak berat.

Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan evakuasi korban disertai bantuan alat berat.

Sebelumnya, Sutopo menjelaskan tsunami itu disebabkan oleh adanya kombinasi dua fenomena alam, yakni bencana longsor dari pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang.

Dilansir oleh Kompas.com, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa kejadian tersebut telah diprediksi sebelumnya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pihaknya telah mengumumkan erupsi Gunung Anak Krakatau berada di status level waspada pada Jumat (21/12/2018) pukul 13.51 WIB.

“Kemarin pukul 13.51 WIB pada tanggal 21 Desember Badan Geologi telah mengumumkan erupsi gunung anak Krakatau dan levelnya pada level waspada,” jelas Dwikorita saat konferensi pers pada Minggu (23/12/2018) dini hari.

BMKG juga telah mengeluarkan surat peringatan dini pada Sabtu (22/12/2018) pukul 07.00 WIB.

“Diperkirakan (gelombang tinggi terjadi) kemarin tanggal 21 hingga nanti 25 Desember 2018. Ini peristiwa beda tapi terjadi pada lokasi yang sama. Yang pertama erupsi Gunung Krakatau dan potensi gelombang tinggi,” jelas Dwikorita

Mulanya, BMKG mengira gelombang tersebut hanya akibat dari cuaca, namun seteleh dianalisis lagi gelombang tersebut benar-benar merupakan gelombang tsunami.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...