Usai Viral, Bengkel Tambal Ban Rp 600 Ribu Langsung Sepi

by -10,518 views

Usai viral karena ongkosnya dinilai kemahalan, pemilik bengkel Dian Tubles mengaku bengkelnya langsung sepi.

Hanya satu pelanggan yang menambal ban di bengkel yang berada di Jalan dr Soetomo, Banyuwangi ini.

Bahkan banyak netizen yang penasaran datang ke bengkelnya hanya sekadar memfoto dan mengunggahnya di media sosial.

“Sepi setelah viral. Bahkan berimbas pada 3 bengkel saya yang lain. Dari 4 bengkel tambal ban milik saya, masing-masing satu yang menambal ban.

Biasanya lebih dari 5 bahkan 10,” ujar pemilik bengkel Dian Tubles, Acey Sucahyono, kepada detikcom di bengkelnya, Senin (6/7/2020).

Tak hanya itu, kata Acey, banyak masyarakat yang mendatangi bengkel hanya untuk mengabadikan bengkelnya dengan kamera HP.

Setelah itu, foto-foto tersebut diunggah di media sosial.

“Saya menyadari konsumen kecewa. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena press silicon memang mahal.

Kejadian ini juga membuat saudara kami dari Surabaya ya tanya, kok bisa begini,” tambahnya.

Acey mengaku permasalahan ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara komunikasi.

Namun karena kekecewaan konsumen ditumpahkan di media sosial akhirnya membuat masalah ini jadi besar.

Imbasnya, bengkel yang didirikan selama 20 tahun lebih itu jadi sepi.

“Harusnya bisa dikomunikasikan. Bisa komplain ke saya sebagai pemilik bengkel. Sudah banyak kok langganan yang minta potongan harga. Saya kasih apalagi pelanggan seperti ibu yang kemarin itu,” pungkas Acey.

Sebuah foto kuitansi biaya tambal ban selangit di Banyuwangi viral di media sosial.

Dalam kuitansi tersebut, tertulis nominal Rp 600 ribu untuk ongkos jasa dan jenis tambal ban.

Foto tersebut viral di WhatsApp Grup (WAG) di Banyuwangi, Sabtu (4/7/2020). Foto tersebut langsung menyebar cepat dan mengundang banyak komentar.

Dalam kuitansi itu tertulis 2 bongkar pasang Rp 50 ribu dan 2 press silicon Rp 550 ribu.

Dan juga tertera nama bengkel yang beralamatkan di Jalan Dr Soetomo Banyuwangi.

Sumber: detik.com

loading...
loading...