UAS Bikin Kita Ngerti Kenapa Bekas Air Liur Anjing Harus Dicuci Pakai Tanah

by -1,570 views

Dalam Islam, air liur anjing dan babi masuk dalam kategori najis berat.

Maka itu apabila terkena jilatannya, umat muslim diminta untuk membersihkan dan mensucikannya dengan air dicampur tanah.

Lantas, apa maksud dan kegunaannya? Dalam hal ini penceramah kondang Ustaz Abdul Somad membongkar alasannya.

Kata dia, ada kegunaan tanah dalam hal ini untuk membersihkan air liur anjing dan babi.

Satu dari tujuh air yang digunakan untuk mensucikan itu dicampur dengan tanah. Barulah setelah itu, wadah tersebut dinyatakan suci kembali seperti sedia kala.

Banyak pertanyaan mengenai hal itu untuk membersihkan diri dari air liur hewan itu.

Sebab dewasa ini, sudah banyak deterjen dan beraneka pembersih diri. Terkait hal ini, UAS bilang semua tetap membutuhkan tanah. Lantas apa alasan ilmiahnya menurut UAS?

Tanah Punya Manfaat
Kata UAS, walau sudah ada deterjen belakangan ini, namun salah satu air yang mesti dicampur tanah untuk bersihkan air liur anjing atau babi perlu dilakukan.

UAS menekankan berdasarkan penelitian, air liur anjing atau babi ini mengeluarkan bakteri. Sehingga jika dicuci tidak bisa hanya dengan menggunakan deterjen.

“Tidak bisa. Tak mati, virus kuman itu,” ujar UAS dalam salah satu ceramahnya.

Hal itu bakal berbeda jika dimasukkan air tanah. Kata UAS, bakteri yang bersumber dari air liur anjing itu bakal mati.

“Rupanya tanah ini juga mengeluarkan bakteri. Tanah itu ada bakterinya. Bakteri tanah itulah yang membunuh bakteri air liur anjing. Itu tak bisa dilakukan sabun, deterjen atau sampo,” kata UAS yang dilaporkan Hops.id, media jaringan Suara.com.

“Nah, itu tak tertangkap di kepala orang dulu. Orang dulu kalau ditanya kenapa musti pakai tanah, dijawabnya jangan tanya-tanya. Sudah begitu dibuat nabi, sunnah. Setelah diteliti orang modern barulah dia tahu,” UAS menambahkan.

UAS mengatakan hal itu sebenarnya janji Allah SWT. Dalam firman-Nya Allah mengatakan akan menunjukkan tanda-tanda kebesaran Kami di muka bumi, langit, sampai jelas bagi mereka bahwa Nabi Muhammad SAW membawa ajaran yang hak, yang benar.

“Mana tercerna mereka masyarakat primitif, buta huruf tahu tentang itu. Sedangkan istilah bakteri makan bakteri tu baru sekarang,” kata dia.

Sumber: suara.com

loading...
loading...