TKW Poliandri Pulang Bawa Anak, Suami Pertama Diusir Dari Rumah

by

Kasus dugaan TKW poliandri terjadi di Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. TKW Poliandri bernama Eti Suhaeti (45) pulang ke kampung halaman membawa anak dan suami barunya.

Kedatangan Eti bersama dua anak dan suami barunya membuat suami pertamanya, Jamin (42) terkejut. Jamin tak pernah menyangka istrinya menikah lagi dengan pria lain tanpa sepengetahuannya. Bahkan, Eti telah memiliki dua anak dari pria lain.

Jamin menduga, suami baru Eti adalah majikannya sendiri saat menjadi TKW di Arab Saudi. Kenyataan itu baru diketahui Jamin saat Eti pulang ke Indonesia.

Setelah tiba di kampung halaman, sikap Eti juga berubah drastis. Ia nekat mengusir suami pertamanya dari rumah. Pasalnya, rumah yang ditempatinya merupakan hasil jerih payah Eti selama menjadi TKW di Arab.

Warga Kampung Cijambe RT 01/RW02 Desa Sukapura Kecamatan Cidaun, Cianjur itu bekerja sebagai TKW di Arab Saudi sejak tahun 2013. Ia pergi ke Arab untuk mengadu nasib karena ingin memperbaiki ekonomi keluarga.

Jamin yang berprofesi sebagai sebagai buruh tani dianggap tak memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jamin mengatakan, dirinya mengizinkan istrinya mengadu nasib ke tanah Arab karena ingin membantu ekonomi keluarga. Eti merasa penghasilan suaminya tidak cukup untuk keluarga.

“Katanya enggak cukup kalau dari saya saja. Dia juga suka lihat tetangga kalau pulang dari Arab, bisa bangun rumah dan banyak perhiasan,” tutur Jamin.

Selama Eti di Arab Saudi, Jamin mengaku tidak pernah berselingkuh. Sebab, selama ini dia sudah disibukkan mengurus anak.

“Sudah repotlah, kerja dan anak. Kalau yang lirik mah ada, tapi saya kan masih memiliki istri sah,” katanya.

Jamin tak pernah menyangka istrinya main mata dengan pria lain selama berada di tanah Arab. Karena itu, Jamin sangat terkejut ketika istrinya pulang membawa oleh-oleh dua orang anak.

Selain itu, majikannya pun ikut ke Indonesia dan sampai saat ini masih tinggal serumah di Cidaun Cianjur.

“Awalnya biasa saja tidak menaruh curiga apa-apa layaknya pembantu terhadap majikan karena punya penyakit lumpuh. Namun lama-lama saya merasa heran, kok kenapa tidur juga harus sama istri saya,” ucap Jamin.

Karena merasa janggal, Jamin pun mencoba menanyakan kepada istri dan majikannya. Namun saat dirinya menayakan hal tersebut, istri beserta majikanya malah mengusir Jamin dengan alasan rumah yang ditempatinya adalah hasil keringat istrinya di Arab Saudi.

“Saya diusir oleh istri dan majikanya. Padahal saya adalah suaminya yang sah,” keluhya.

Merasa tidak diterima dengan perlakuan istri beserta majikanya, Jamin berencana melaporkan kasus tersebut ke polisi. Ia telah meminta bantuan ke LBH Siliwangi.

“Saya sekarang merasa tidak dihargai lagi sama istri dan kedua orang tuanya dan saya telah meminta bantuan hukum ke LBH Siliwangi untuk mengusut kasus ini,” imbuhnya.

“Istri saya dan majikannya juga masih tinggal di Cidaun. Dia tidak mempunyai izin tinggal yang jelas,” pungkas Jamin.

Sementara itu, Ketua umum LBH Siliwangi, Agus Teguh mengatakan, pihaknya akan membantu Jamin yang saat ini menjadi kliennya, hingga permasalahan tersebut selesai.

“Kami berkewajiban akan mendorong kasus ini hingga ada kejelasan hukum, baik dari penegakan hukum, maupun intansi terkait karena ini masuk dugaan poliandri pasal 279 penghalang dalam pernikahan,” pungkas Agus.

Sumber: pojoksatu.id

Loading...
loading...
loading...