Tidak Hanya Uang, Saksi Sebut Kanjeng Dimas Juga Bisa Keluarkan Soto dan Rawon

by

Usai ditunda 3 kali karena sakit vertigo, Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng kembali menjalani sidang kasus dugaan penipuan Rp 35 Miliar dengan agenda pemeriksaan saksi.

Ada empat saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Andrianto yakni Vijay, Marno Sumarno Alias Abah Kholil, Atjeb Alias Abah Kalijogo, dan Ratim Alias Abah Rohman.

Sementara Taat mengajukan saksi yang meringankan dirinya yakni Yuda. Karena empat saksi yang diajukan jaksa tak ada yang bisa hadir, maka keterangannya dibacakan jaksa.

Jaksa dalam pembacaan keterangan saksi Vijay menyebut Dimas Kanjeng memberi uang pada Vijay sebesar Rp 1,79 Miliar untuk digunakan membuka 50 rekening Bank ICBC bagi santri saat mengadakan seminar di Jakarta.

“Uang tesebut juga untuk membayar 10 Sales Promotion Girl (SPG) yang didandani seolah sebagai pegawai Bank ICBC masing masing Rp 3 juta dan 7 orang laki laki yang didandani mahaguru untuk memperlancar aktivitas yang diadakan padepokan yang dibayar Rp 5 juta/orang,” kata Novan saat membacakan keterangan saksi di ruang sidang Cakra di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (5/9/2018).

Masih dalam keterangan Vijay yang dibacakan Novan, para mahaguru juga diberikan baju gamis hitam, peci, serta tasbih untuk meyakinkan para santri serta aktivitas di padepokan Probolinggo.

Dimas yang tidak didampingi kuasa hukum seorang pun, langsung menyatakan keberatan dengan kesaksian Vijay yang dibacakan JPU. Menurutnya, pengadaan 10 SPG serta penyediaan abah/mahaguru bukan atas perintah dirinya melainkan keinginan dari saksi Vijay yang dianggapnya sebagai teman.

“Saya keberatan, semuanya itu bukan saya, semua yang mengatur itu Vijay,” ujar Taat kepada Majelis Hakim Anne Rosiana.

Sementara saksi meringankan yang diajukan Dimas Kanjeng menghadirkan Yuda Sandi salah satu santrinya yang menjabat Sub Koordinator Padepokan.

Yuda meyakini eyang mulia (panggilan santri pada Dimas Kanjeng) bisa mengeluarkan uang asli serta menegaskan tidak bisa menggandakan uang seperti yang dilaporkan Muhammad Ali yang merugi hingga Rp 35 Miliar.

“Guru saya itu hanya bisa mengadakan yang tidak ada menjadi ada tetapi tidak bisa menggandakan uang,” kata Yuda.

Yuda mengatakan tak hanya mengeluarkan uang dari balik jubah yang dikenakan, Dimas Kanjeng juga bisa mengeluarkan beberapa jenis makanan seperti buah segar, soto, hingga rawon.

“Tak hanya uang yang dikeluarin, makanan seprti soto, anggur, apel, eyang mulia juga pernah mengeluarkan melalui kedua tanganya,” ujar Yuda diiringi tawa oleh pengunjung persidangan.

Atas keterangan saksi ini juga membuat majelis hakim Anne penasaran dan mempertanyatakan apakah makanan soto dan rawon itu bisa dikeluarkan seketika dengan sajian di mangkok.

“Tidak hakim, dalam bentuk terbungkus plastik,” ujar dia yang kembali membuat ruang sidang tertawa.

Karena sering mendapat tawa dari pengunjung sidang atas pernyataannya, Yuda pun sering mengucap sumpah untuk meyakinkan jawaban atas pertanyaan JPU maupun majelis hakim.

Usai dicecar tentang kemampuan Dimas Kanjeng mengeluarkan uang dan beberapa bahan makanan serta barang, Yuda ditanya JPU terkait barang bukti uang dollar US yang habis masa berlakunya serta tumpukan uang dollar US dalam koper yang berisi pecahan US$ 100 bagian atas dan bawah serta ditengahnya pecahan US$ 1 dollar.

“Kalau soal uang dalam koper dengan pecahan itu, saya tidak mengetahuinya,” jawab Yuda mengkhiri kesaksian meringankan Dimas Kanjeng.

Usai mendengar kesaksian Yuda, Majelis Hakim Anne kembali menunda sidang minggu depan, Rabu (12/9) dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sumber: detik.com

Loading...
loading...
loading...