Tidak Cuma Orang Dewasa, Ini Penyebab Gangguan Ginjal yang Menyerang Anak-anak

by

Selama ini mungkin yang kamu tahu bahwa penyakit ginjal menyerang orang dewasa saja, tapi ternyata penyakit ginjal ini menyerang pada anak-anak juga.

Ginjal adalah organ yang sebetulnya berada di belakang, kalau perut bagian depan itu adalah sisi pencernaan, jadi ada hati, limpa, usus dan sebagainya.

Maka, ginjal ini menempati tepat di belakang. Jadi ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang dengan banyak mengandung pembuluh darah.

Ginjal memiliki fungsi pembuangan, jadi ginjal akan membuang zat sisa metabolisme terutama sisa metabolisme protein yang dibuang adalah ureum, kreatinin, asam urat, dan lain-lain.

Ginjal juga mengatur pembentukan sel darah merah, keseimbangan cairan, dan tekanan darah.

Kemudian, ginjal juga berfungsi menghasilkan bentuk aktif dari vitamin D.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memiliki data penderita gagal ginjal dari 14 rumah sakit pendidikan pada 2017.

Data itu menunjukkan ada 212 anak yang mengalami gagal ginjal dan harus menjalani terapi dan pengganti ginjal.

Dokter spesialis Anak Eka laksmi hidayati, Sp.A(K) menjelaskan penyebab terbanyak penyakit ginjal, berikut penjelasannya.

Penyebab terbanyak adalah sindrom nefrotik.

Sindrom nefrotik ini adalah penyakit ginjal kronik tersering yang kita temukan pada usia anak.

“Masyarakat sering menyebutnya penyakit ginjal bocor, jadi ada kebocoran protein melalui ginjal dan itu terjadi kronik, jadi bisa dibilang jangka panjang,” ujar dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K) saat memaparkan mengenai ginjal di Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (13/11).

Kemudian penyebab kedua adalah Glomerulonefritis ini adalah radang pada ginjal dan mungkin disebabkan oleh infeksi, jadi bukan virus, bukan bakteri.

Kemudian gangguan ginjal kronik lain yang penyebabnya tidak jelas, kenapa tidak jelas?

“Karena ternyata pasien ini tidak dideteksi dini, artinya pasien sampai ke rumah sakit sudah dalam keadaan gagal ginjal terminal yaitu stadium 5,” jelasnya.

Jadi, pada saat itu sudah sulit untuk menelusuri penyebabnya apa karena ginjalnya sudah rusak sehingga tidak diketahui.

Kemudian yang tersering adalah Hipoplasia, artinya anak-anak yang lahir memang dengan kelainan bawaan berupa ginjalnya yang kecil.

Ginjal yang kecil itu menyebabkan ketika anak-anak bertumbuh, maka ginjalnya tidak bisa lagi bekerja untuk menaungi kebutuhan tubuhnya.

Gangguan ginjal itu tidak selamanya terjadi pada anak-anak yang memang punya kelainan ginjal sebagai penyakit dasarnya.

“Jadi banyak anak-anak yang sebetulnya sehat kemudian mengalami dehidrasi, misalnya karena diare yang berkepanjangan atau diare yang berat yang tidak tertangani dengan baik, kekurangan cairannya. Sehingga menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang, menyebabkan ginjal terganggu,” tuturnya.

Karena ginjal itu fungsi utamanya adalah memproduksi urin kemudian mengeluarkan pada saluran kemihnya.

“Maka, ketika ginjal sudah bisa memproduksi baik urinnya tetapi kemudian pada proses selanjutnya untuk pengeluaraanya itu ada hambatan misalnya batu atau penyumbatan akibat kelainan bentuk pada saat lahir maka akan terjadi juga ganguan ginjal yang sebetulnya bukan disebabkan oleh ginjalnya sendiri tetapi karena salurannya,” tutup dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K) mengenai penyakit ginjal.

Melalui pemaparan dr. Eka Laksmi diatas dapat memberikan cukup banyak penjelasan terkait penyebab penyakit ginjal yang terjadi pada anak-anak.

Sumber: tribunjualbeli.com

Loading...
loading...
loading...