Tewas di Tangan Suami Saat Mabuk Bareng, Warga Dibuat Tak Percaya dengan Keseharian Korban

by -8,124 views

Tragis nian nasib yang dialami NF (17), warga Kampung Maleer RT 02 RW 14, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

Ia tewas di tangan suaminya sendiri, SS (20) setelah mengalami penganiayaan oleh sang suami yang tengah dalam keadaan mabuk.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng didampingi Plh Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat, menyebutkan peristiwa nahas yang menimpa NF terjadi Rabu 22 Juli 2020 sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa penganiayaan terjadai di rumah mereka di kawasan Kampung Maleer, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun petugas di lapangan, sebelumnya antara pelaku dan korban yang merupakan pasangan suami istri ini sempat terjadi percekcokan.

Saat itu, keduanya diketahui dalam kondisi mabuk setelah menenggak alkohol 70 persen yang dicampur dengan minuman energi.

“Benar, telah terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan suami terhadap istrinya yang menyebabkan sang istri meninggal dunia. Diduga peyebab kematian korban karena kahabisan napas setelah dicekik oleh pelaku dan sebelumnya mereka mabuk bareng,” ujar Maradona, Selasa 22 Juli 2020.

Dalam peristiwa ini, tutur Maradona, pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan para saksi, mereka sempat melihat pelaku dan korban membeli minuman keras pada Selasa 21 Juli 2020 malam.

Pada malam yang sama, sekitar pukul 21.30 WIB, keduanya kemudian bersama-sama menenggak minuman keras yang terbuat dari alkohol 70 persen yang dicampur dengan minuman energi sehingga keduanya mabuk.

Beberapa jam kemudian, saksi mendengar percekcokan antara korban dan pelaku.

“Tak lama kemudian, saksi mendengar suara tangisan korban. Kemudian pelaku saat itu mengatakan akan menceraikan korban akan tetapi korban tak mau,” katanya.

Maradona mengungkapkan, korban yang tak mau diceraikan oleh pelaku terus membujuk korban untuk tidak menceraikannya.

Bahkan saat itu korban sempat memeluk pelaku sambil memelas agar tak diceraikan.

Namun melihat korban yang terus memelas, pelaku bukannya merasa iba akan tetapi amarahnya malah kian memuncak.

Dengan emosi, pelaku mendorong tubuh korban dan kemudian mencekik lehernya hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Menurut Maradona, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan laporan ke Mapolsek Banyuresmi.

Tak lama kemudian, sejumlah petugas dari mapolsek Banyuresmi pun datang ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku.

“Pelaku kini sudah dibawa ke Mapolres Garut dan masih menjalani pemeriksaan. Pelaku merupakan warga Kampung Mulyasari RT 03 RW 06, Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi yang kesehariannya bekerja sebagai buruh,” ucap Maradona.

Kepala Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, membenarkan ada salah seorang warganya yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan suaminya hingga tewas.

Namun menurutnya, secara administrasi, lokasi kejadian tidak termasuk dalam wilayah Desa Sukasenang akan tetapi masuk wilayah Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler.

“Kalau korbannya memang merupakan warga Desa Sukasenang, tepatnya warga Kampung Maleer. Namun lokasi kejadian penganiayaan berada di wilayah Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, yakni di sebuah mess pabrik tahu yang memang berbatasan dengan wilayah Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi,” kata Iwan.

Di mata warga dan keluarganya, tambah Iwan, korban dikenal sebagai seorang yang berperilaku baik dan sopan.

Makanya warga merasa heran dan tak percaya ketika beredar kabar jika saat terjadi penganiayaan, korban tengah dalam kondisi mabuk karena menenggak miras bersama sang suami.

“Korban merupakan karyawan di pabrik kecap yang ada di wilayah Desa Sukasenang Kecamatan Bayuresmi. Di mata warga, korban dikenal sebagai seorang yang berkepribdian baik dan sopan sehingga banyak warga yang tak percaya kalau saat itu korban dalam kondisi mabuk,” ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

loading...
loading...