Ternyata, Asal Usul Penemu Tuyul Adalah Antropolog Asal Amerika, Ini Kisahnya

by

Pada tahun 1952-1954, antropolog Clifford Geertz pernah mengadakan penelitian tentang makhluk halus di Indonesia, salah satunya adalah tuyul.

Menurutnya tuyul adalah makhluk halus yang secara fisik menyerupai penampakan anak kecil.

Mereka tidak mengganggu, menakut-nakuti atau membuat orang sakit; sebaliknya mereka sangat disenangi oleh manusia karena membuatnya jadi kaya.

Pada tahun itu masyarakat meyakini ada tiga orang yang biasa memelihara tuyul: seorang jagal, perempuan pedagang tekstil, dan seorang haji.

Mereka mendapatkannya setelah mengunjungi sisa-sisa candi Hindu seperti Borobudur, Penataran, dan Bongkeng serta makam Sunan Giri.

Di tempat ini mereka membuat perjanjian: jika makhluk di situ memberikan tuyul, mereka akan mempersembahkan korban manusia setiap tahun, baik keluarga atau teman.

Atas penelitiannya, bahkan Clifford Geertz disebut-sebut sebagai penemu tuyul.

Sebab dia adalah ilmuwan pertama yang memberikan gambaran panjang dan terinci tentang tuyul; kegiatannya, kalangan orang yang memilikinya, dan cara mendapatkannya.

Selain secara fisik seperti anak kecil tuyul juga dikenal berkepala pelontos.

Penampilan tuyul seperti seorang bocah berumur empat atau lima tahun dengan kepala gundul seperti umumnya anak Jawa.

Ia dipercaya bisa mendatangkan kekayaan kepada pemiliknya, tentu saja dengan persyaratan tertentu.

Tuyul dapat dikontrak selama satu periode (tujuh tahun). Sesudah itu pemiliknya akan menyerahkan diri untuk disiksa di neraka.

Saat mengerikan itu dapat ditunda hingga dua periode, jika sang pemilik mengorbankan orang lain sebagai penggantinya.

Jika sang pemilik setuju, dengan keuntungan yang tidak terlalu banyak, yang dibutuhkan hanyalah seekor kerbau sebagai korban.

Tetapi tuyul harus diberi makanan kacang hijau setiap hari dan jika pemiliknya perempuan atau istrinya mempunyai bayi, dia juga harus diteteki secara teratur.

Sumber: Nusantara Tempo Dulu

Loading...
loading...
loading...