Tak Pernah Puas di Ranjang, Istri Bocorkan Ukuran Kemaluan Suami Hingga ke Tukang Sayur

by -921 views

Bagi pria, masalah ukuran kemaluan dalam rumah tangga agaknya tidak bisa dianggap sepele.

Jika gagal memuaskan istri di ranjang, bisa-bisa hancur rumah tangga yang sudah susah payah dibangun.

Contoh teranyar terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Seorang istri berinisial PM (46 tahun), menyebarkan gosip perihal ukuran kemaluan suaminya, HF (48), kepada orang-orang.

Hingga akhirnya, gosip itu pun sampai pula ke telinga tukang sayur di wilayah tempat tinggal mereka.

Karena malu dan minder, sang suami pun melaporkan PM ke Polres Probolinggo pada Selasa (13/10/2020).

Ia melaporkan istrinya karena kesal dengan sikap istrinya yang sudah mempermalukannya.

HF sendiri diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di sebuah pasar di Kabupaten Probolinggo.

Namun, berstatus ASN tidak berarti apa-apa bagi PM yang lebih menginginkan kemaluan yang besar.

Sementara suaminya melaporkan dirinya, PM justru sudah melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kraksaan.

Kuasa hukum HF, Siti Zuroidah Amperawati mengatakan bahwa kliennya tidak terima ukuran kemaluannya dibocorkan ke orang-orang.

“Dalam keluarga ada rahasia pribadi dan sangat pribadi. Dia masih sah sebagai istri. Belum ada putusan cerai pengadilan. Tap dia berani berbuat seperti itu,” kata Siti, Kamis (15/10/2020).

Menurut Siti, jika memang PM ingin cerai, bisa ditempuh secara baik-baik tanpa perlu membocorkan rahasia kehidupan pribadi.

“Ya, ini pelajaran lah ya, buat suami istri yang lain di luar sana untuk menjaga harga dan martabat keluarga,” tambah Siti.

Selain PM, HF juga melaporkan NH (50 tahun), teman PM yang ikut menyebarluaskan gosip ukuran kemaluan tersebut.

Menurut informasi dari warga sekitar, HF dan PM diketahui baru menikah 7 bulan yang lalu.

Keduanya tadinya merupakan pasangan duda dan janda. Hubungan mereka mulai retak sejak dua bulan terakhir gara-gara PM tak pernah puas di ranjang.

Sementara itu, Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko membenarkan adanya laporan tersebut, namun saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, masih kami selidiki,” katanya saat dihubungi Indozone.id, Sabtu (17/10/2020).

Sumber: indozone.id

loading...
loading...