Tak Ingat Berapa Kali Perkosa Anak Kandung, Pelaku: Kalau Dia Berontak, Saya Coba Lagi Besoknya

by -6,228 views

Bocah malang berusia 14 tahun berinisial A jadi korban pemerkosaan ayah kandungnya.

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan sejak korban masih duduk di bangku SD. Kini A telah menjadi pelajar kelas 2 SMP.

Peristiwa ini terbongkar saat Pur (41), ayah kandung korban terciduk polisi menyimpan benda terlarang di rumahnya, Senin (2/12/2019) malam.

Polisi menggerebek rumah Pur warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ini dan menemukan barang bukti pil dobel L sebanyak 267 butir.

Barang bukti tersebut disembunyikan di atap rumah dan di lemari Pur. Saat polisi menangkap Pur, terbongkar pula kejahatan yang dilakukan Pur lainnya.

Ibu A yang sudah pisah ranjang selama 5 tahun dengan Pur, melaporkan kejahatan lainnya itu ke pihak kepolisian.

“Setelah kami tangkap, kasusnya mengembang. Ada pihak keluarga melapor kalau pelaku juga menggauli anak kandungnya,” kata Iptu Sony Suhartanto, Kapolsek Ponggok kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (3/12/2019).

Pur Mengakui Perbuatannya
Saat diperiksa di Polsek, Pur mengakui semua perbuatan bejatnya kepada sang anak.

Ia juga mengaku telah menggauli A sejak buah hatinya itu masih kelas 6 SD. Tak hanya sekali, perbuatan tak senonoh itu dilakukan hingga berkali-kali.

Bahkan menurut Sonny, tersangka memperkosa sang anak seminggu sebanyak dua sampai tiga kali.

“Perbuatan tersangka sudah berlangsung tiga tahun. Dalam sepekan, tersangka bisa dua sampai tiga kali menggauli anaknya,” kata Sony.

Korban yang masih polos diancam oleh sang ayah kandung untuk memenuhi nafsu birahinya.

Ayahnya yang terbilang tempramental ini memaksa sang anak agar mau berhubungan intim dengannya.

Bahkan menurut pengakuan Pur, korban pernah sekali ditampar karena tak mengikuti kemauannya.

“Korban pernah ditampar sama pelaku karena menolak melayani nafsu bejatnya,” ujar Sonny.

Pelaku dan Korban Tinggal Berdua
Pelaku yang merupakan ayah kandung korban ini tinggal berdua dengan sang anak. Sementara pelaku dan istrinya telah pisah ranjang.

Korban yang mendapat ancaman dan paksaan oleh ayahnya merasa takut hingga tak berani mengadu.

Sampai akhirnya Pur ditangkap atas kasus narkoba, korban melaporkan pengalaman pahitnya kepada sang ibu.

“Setelah kami menangkap tersangka karena kasus narkoba, korban baru berani cerita ke ibunya. Ibunya datang ke Polsek malam itu juga untuk melaporkan kasus asusila tersebut.” ucap Sonny.

Tak Ingat Sudah Berapa Kali ‘Main’ Dengan Sang Anak
Sebelum menggauli anak kandungnya, Pur mengaku kerap menonton video porno.

“Saya terinspirasi video itu. Saya sering melihat video itu,” kata Pur kepada SURYAMALANG.COM (Grup TribunJakarta.com) di Polres Blitar Kota, Rabu (4/12/2019).

Telah menggauli sang putri sejak korban SD, Pur sampai tak ingat berapa kali perkosa anak.

“Saya melakukannya sejak dia kelas 6 SD. Saya tidak ingat berapa kali melakukan itu,” ujarnya.

Terkadang saat sang anak memberontak, Pur melakukan kekerasan.

“Saya pernah memukulnya karena menolak melayani nafsu saya,” kata Pur.

Selain itu, Pur juga akan kembali berusaha mengajak sang anak berhubungan intim jika korban berontak.

“Kalau dia berontak, saya biarkan. Saya coba lagi besoknya.” sambung Pur.

Menurut Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, Pur pernah bekerja di luar kota hingga beberapa bulan.

Namun saat pulang ke rumah, Pur kembali melakukan perbuatan tak senonoh itu kepada sang anak.

“Tersangka memang sempat kerja di luar kota beberapa bulan.”

“Tapi setelah pulang ke rumah, tersangka kembali melakukan perbuatannya,” ujar Leonard.

“Kami jerat tersangka dengan pasal UU Kesehatan dan UU Perlindungan Anak.”

“Korban masih dalam pemeriksaan visum dan psikisnya,” kata Leonard.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...