Tak Bisa Menolong, Istri Lihat Langsung Suaminya Berkelahi Lawan Buaya Hingga Diseret Dalam Sungai

by

Lolenta Abuk tak bisa banyak menolong saat suaminya diterkam buaya.

Berada di seberang sungai, Lolenta Abuk melihat langsung suaminya Blasius Mali Bara berkelahi dengan buaya sebelum hilang diseret ke dalam sungai.

Peristiwa naas itu terjadi Sabtu (9/3/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berawal Sabtu pagi Lolenta Abuk bersama suaminya Blasius Mali dan seornag cucu mereka pergi ke sungai

Warga Desa Bere Liku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT itu berniat mengantar alat tangkap ikan ke muara.

Alat tangkap itu terbuat dari anyaman lidi. Namun, alat tangkap belum bisa digunakan karena air masih surut.

Mereka pun kembali ke rumah pergi makan siang sambil menunggu air pasang.

Melansir Pos Kupang, sekitar pukul 13.00 WITA ketiganya kembali ke muara menangkap udang dan ikan.

Korban pun masuk ke dalam air di muara. Korban langsung memasang alat tangkap udang.

Saat memasang alat tangkap udang itulah tiba-tiba buaya muncul dari dalam air.

Seketika buaya langsung menerkam korban di bagian kakinya.

Tak ingin menyerah pada buaya, Blasius Mali Bara pun melawan dan berkelahi melawan buaya di dalam air.

Istri korban, Lolenta Abuk melihat langsung suaminya berkelahi dengan buaya di dalam air dalam waktu yang cukup lama.

Korban melakukan perlawan terhadap serangan buaya dalam air.

Korban meninju buaya di bagian kepala dengan tangan sambil berusaha menepi ke pinggir muara.

Perjuangan korban hampir berhasil saat korban sudah sampai di tepi muara.

Namun buaya yang semakin ganas itu terus mengejar korban sampai ke pinggir muara.

Diduga korban kehabisan tenaga sehingga tidak mampu lagi melawan serangan buaya.

Buaya kembali menerkam korban hingga hilang ke dalam air.

Saat terjadi perkelahian antar korban dan buaya, istri korban tidak bisa membantunya.

Posisi istrinya berada di salah satu pinggir muara sedangkan korban bergeser ke sisi sebelahnya.

Posisi air di muara sudah tinggi serata leher orang dewasa.

Setelah korban hilang diterkam buaya ke dalam air, istrinya memutuskan pulang ke rumah untuk memanggil keluarga guna mencari korban.

Keluarga pun langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Sejumlah warga sempat melihat tubuh korban diseret buaya di permukaan laut.
Saat itu, tubuh korban yang dilihat hanya bagian badan saja sedangkan kepalanya tidak terlihat.

Keluarga mencari korban dari hari Sabtu pukul 14.00 Wita hingga Minggu pagi (10/3/2019).

Setelah proses pencarian lebih dari 12 jam tidak ditemukan, keluarga memutuskan untuk berhenti sementara sambil meminta bantuan pawang buaya untuk mencari kembali korban.

Sekitar pukul 12.00 Wita, keluarga melanjutkan pencarian korban di lokasi.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...