Tak Bebas Lagi Bertemu Teman, Ibu di Thailand Membunuh Anak

by -4,550 views

Seorang remaja perempuan, 14 tahun, di Thailand, diduga membunuh anak kandungnya sendiri, 1 tahun, karena dia ingin jalan-jalan bersama teman-temannya.

Remaja yang diketahui bernama Arisa Udsanee, tinggal Bersama orang tuanya di Bueng Kan, yakni sebuah wilayah di utara Thailand.

Dikutip dari mirror.co.uk, tindak pembunuhan awalnya dipicu saat orang tua Arisa memarahi putri mereka karena pulang malam ke rumah pada Minggu, 22 Maret 2020.

Arisa yang kesal dimarahi, lalu membawa putranya Thanapat Udsanee ke rumah tetangganya Charinthip Nuengsit, 21 tahun, dan meminta izin agar diperbolehkan menginap disana.

Charinthip lalu mengizinkan Arisa tidur di kabin belakang rumahnya.

Pada malam hari, terdengar suara motor ke arah kabin itu untuk menjemput Arisa. Dia lalu mengatakan kepada Charinthip putranya ikut pergi bersamanya.

Namun pada Rabu pagi saat Charinthip mencek kabin belakang rumahnya, dia menemukan bayi Arisa sudah dalam kondisi meninggal disembunyikan di bawa sebuah kereta bayi.

Aparat kepolisian tak butuh waktu lama untuk menahan Arisa dan membawanya untuk melakukan rekonstruksi pembunuhan menggunakan boneka Winnie The Pooh dan mengungkap bagaimana dia menyembunyikan jasad putranya.

Arisa mengaku telah melakukan pembunuhan itu karena dia marah kepada kedua orang tuanya yang mengomelinya karena pulang malam.

Dia mengaku membenci putranya karena membuatnya tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan teman-temannya.

“Saya mengendarai sepeda motor ayah mertua saya untuk menemui teman-teman dan menginap bersama mereka selama tiga hari. Saya meninggalkan putra saya di rumah bersama orang tua saya. Setelah saya pulang, ayah saya marah dan menampar saya. Itu sangat menyakiti perasaan saya,” kata Arisa.

Arisa yang dalam perasaan marah, berfikir apa yang harus dilakukannya dengan hidupnya dan putranya sehingga dia pun berkesimpulan mengakhiri hidup putranya.

Setelah melakukan pembunuhan, dia menyembunyikan jasad putranya, lalu menelepon temannya untuk dijemput dan kabur.

Penprapha Prakarapang, 40 tahun, ibu Arisa, kecewa dengan tindakan putrinya itu. Dia mengaku memahami putrinya ingin menjalani hidup layaknya remaja pada umumnya.

Akan tetapi, membunuh anaknya sendiri adalah tindakan yang tidak bisa termaafkan. Dia terancam hukum penjara 15 tahun – 20 tahun.

Sumber: tempo.co

loading...
loading...