Tak Ada Jalan Lain Aulia Kesuma Lunasi Utang di 2 Bank & Kredit, Bunuh Suami Anak Tiri Demi 10 M

by

Inilah yang diduga menjadi alasan kuat kenapa Aulia Kesuma sampai memutuskan menghabisi nyawa suami Edi Chandra Purnama atau Pupung Sadili

Lalu kenapa anak tirinya M Adi Pradana juga harus dia habisi?

Aulia Kesuma rupanya memiliki utang dengan nilai sangat besar di sejumlah bank. Jumlahnya mencapai Rp 10 Miliar.

Dia bingung bagaimana harus melunasi utang tersebut dengan kewajiban membayar Rp 200 juta setiap bulan.

Niat menjual rumah tempatnya tinggal bersama suami Pupung Sadili jadi jalan keluarnya.

Rencana itu dia sampaikan kepada Pupung Sadili. Namun jawabannya? Ditolak.

Penolakan itu diberengi dengan ancaman pembunuhan dari suaminya Pupung Sadili. Aulia Kesuma semakin gusar

Apa Alasan Pupung Sadili menolak?
Rumah itu rencananya akan diberikan kepada anaknya M Adi Pradana kelak. Ini masih menjadi dugaan sementara.

Semakin kalang kabutlah Aulia Kesuma. Tidak ada jalan lain selain mencari cara agar utang di bank lunas.

Dimulailah rencana itu.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi mengatakan, Aulia Kesuma (35) menyewa 4 pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

AKBP Nasriadi menjelaskan, awalnya 2 korban diculik dan dilumpuhkan di rumah mereka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan oleh para eksekutor.

“Motifnya adalah tersangka AK ( Aulia Kesuma ) menyewa 4 eksekutor untuk membunuh suaminya Edi Candra dan anak tirinya Dana karena masalah rumah tangga dan utang piutang,” ujar dia, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (26/8/2019) malam.

Setelah dieksekusi, kedua jenazah disimpan di dalam mobil lalu di parkir di SPBU Cireundeu, Jakarta.

Kemudian Minggu (25/8/2019) pukul 07.00 Aulia Kesuma dan anaknya KV mengambil mobil yang sudah berisikan mayat menuju Cidahu.

Sebelum ke TKP, Aulia Kesuma sempat membeli satu botol bensin lalu menyerahkan ke KV untuk membakar mobil tersebut.

Diberitakan sebelumnya, warga dikagetkan dengan 2 jenazah dalam mobil terbakar di pinggir jalan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (25/8/2019).

Sebelum api melumat habis mobil tersebut, warga sudah melaporkan langsung peristiwa ini ke Polsek Cidahu.

Selang beberapa saat kemudian, sejumlah anggota Polsek Cidahu datang dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil analisis polisi, kedua jasad ini diduga merupakan korban pembunuhan yang dilakukan beberapa hari lalu.

Hal ini terindikasi dari kondisi mayat yang sudah mengalami pembusukan. “Kedua jasad sudah berada di dalam mobil lalu mobilnya dibakar pelaku untuk menghilangkan jejak,” tutur AKBP Nasriadi.

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap Aulia Kesuma, istri dari Edi yang merupakan otak pelaku pembunuhan.

Aulia Kesuma ditangkap di Jakarta, Senin (26/8/2019). Selain itu satu orang diduga pelaku, KV masih dirawat di RS Pertamina Jakarta.

Utang Rp 10 M
Aulia Kesuma, sang istri muda Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) sekaligus ibu tiri M Adi Pradana alias Dana (23), ternyata punya utang miliaran.

Setiap bulan, Aulia Kesuma harus membayar cicilan Rp 200 juta.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, nilai utang Aulia Kesuma mencapai Rp 10 miliar.

“Utangnya di 2 bank. Yang pertama, sebesar Rp 7 miliar (di Bank Danamon). Kemudian yang kedua Rp 2,5 miliar ( di BRI ) atas nama dia dan suaminya. Terakhir utang kredit mencapai Rp 500 juta, sehingga total utangnya Rp 10 miliar,” kata AKBP Nasriadi, Rabu (28/8/2019).

Uang senilai Rp 10 miliar, lanjut AKBP Nasriadi mengatakan, digunakan Aulia Kesuma untuk membuka usaha.

Namun, usaha tersebut gagal berjalan, sementara utang harus dibayar lunas.

Merasa terdesak melunasi utang Rp 10 miliar, Aulia Kesuma meminta kepada suaminya untuk menjual aset berupa rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Namun, Pupung Sadili menolak menjual rumahnya yang ditaksir senilai Rp 26 miliar.

“Terkait pembunuhan di Lebak Bulus, pada intinya awal kasus ini adalah ada suatu keluarga suami istri, yang memiliki anak masing-masing sebelumnya hidup dalam satu rumah tangga. Kemudian istri inisial AK ( Aulia Kesuma ) ini mempunyai utang, sehingga dia ingin menjual rumah mereka, tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...