Suara Thoriq Memanggil di Gunung Piramid Bondowoso, Asli atau Rekayasa?

by

Sebelum membaca artikel ini, harap teman-teman sadar jika semua yang tertuang di sini hanyalah pendapat pribadi.

Toh saya dan mungkin juga teman-teman sekalian belum mengalami hal-hal bersifat mistis dan juga tidak berada di lokasi sehingga agak ragu dengan teriakan Thoriq yang hilang di Gunung Piramid Bondowoso.

Sebelum membahas tentang suara memanggil di tengah Gunung Piramid, marilah kita telusuri terlebih dahulu kronologi menghilangnya Thoriq sebagaimana yang dibagikan di Twitter oleh akun bernama @venusi_ass.

Telah tejadi musibah pendaki hilang, 4 orang siswa SMP melakukan pendakian menuju puncak Piramid pada sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah turun dari puncak tersebut 1 orang anggota tidak kunjung turun ke bawah, kemudian rekan-rekan korban melaporkan kejadian tersebut. Pendaki dilaporkan hilang/terjatuh ke dalam jurang Gunung Piramid. Warga pada malam hari melakukan pencarian hingga pagi hari namun hasil masih nihil,” tulis Venusi di Twitter.

Hari demi hari, para pencari berjuang keras untuk menemukan Thoriq yang menghilang. Sayangnya, hingga hari ketujuh sosok Thoriq tak kunjung ditemukan. Akhirnya, tim SAR bersama keluarga memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian, dengan catatan jika ada tanda-tanda keberadaan Thoriq, maka tim akan kembali terjun ke lapangan.

Di antara tujuh hari pencarian tersebut, ada satu hari di mana para pencari mengalami kejadian mistis yakni mendengar suara teriakan Thoriq. Anehnya, sekalipun suara Thoriq terdengar dengan jelas namun keberadaannya tak diketahui oleh relawan. Sontak saja, video menghilangnya Thoriq ini ramai di media sosial.

“Dari info yang kami dapat, video teriakan itu hoax. Mohon berhati-hati agar tidak menyebarkan berita hoax sebelum pihak berwenang memberikan keterangan. Info lebih lanjut akan kami update secara berkala. Terima kasih atas atensinya,” Pihak PMI Bondowoso memberikan klarifikasi terkait info yang beredar.

Baca Juga:  Fenomena Pembajakan Film di Indonesia

Sebelum berita viral tentang suara Thoriq yang memanggil di Gunung Piramid, Indonesia sudah digemparkan terlebih dahulu dengan kisah Bus Hantu tujuan Bandung dari Cikampek.

Di artikel bus hantu tersebut, penulis agak ragu dengan kisah yang dialami oleh Herbie (penumpang bus hantu). Lantas, apakah hal yang sama akan diungkapkan dalam artikel tentang suara Thoriq ini?

Selama hidup, sudah begitu banyak cerita hantu atau mistis yang saya dengar. Tentang gunung, ada banyak cerita mistis yang bisa diulas.

Teman-teman yang sering mendaki gunung, sudah pasti pernah mendengar larangan tentang membuang sampah sembarangan atau mengambil apa pun dari gunung untuk di bawa ke rumah.

Tentang gunung ini pula saya punya sebuah cerita nyata yang ingin dibagikan. Pada tahun 2009 lalu, saya dan beberapa teman menggunakan mobil menuju gunung Kelimutu yang berada di Ende, Flores.

Seperti biasa, satu larangan yang kami dengar dari pembimbing sebelum menuju puncak gunung adalah tak boleh mengambil apapun untuk dibawa pulang termasuk batu.

Singkat cerita, setelah kurang lebih 2 jam menghabiskan waktu di puncak Kelimutu, saya dan teman-teman harus pulang dan melanjutkan perjalanan.

Setelah foto-foto sejenak dan sarapan kilat, semua menuju mobil untuk berangkat. Tetapi apa yang terjadi? Mobil yang kami kendarai mogok.

Setelah 30 menit mencoba dan tak berhasil, pembimbing langsung membahas tentang larangan yang ia bicarakan di awal sebelum mendaki.

Salah satu teman akhirnya mengaku dan minta maaf karena mengambil sebuah batu mirip kaca. Dikembalikanlah batu itu ke tempat semula dan mobil pun langsung normal dan kami bisa melanjutkan perjalanan.

Secara akal sehat, apa hubungannya batu dan mesin mobil? Secara akal sehat pula, bagaimana mungkin manusia yang berada di dunia lain bisa berteriak minta tolong namun tak ada seorang pun yang bisa menemukan?

Padahal, Indonesia cukup terkenal dengan dunia mistis dan dukun-dukun yang mampu menerawang hingga ke perut bumi.

Sebut saja beberapa nama terkenal seperti Roy Kiyoshi atau Risa Saraswati dengan kemampuan indigo mereka yang mampu mengungkap keberadaan makhluk dunia lain.

Lalu, kemanakah mereka saat ada yang membutuhkan bantuan? Ataukah mungkin aksi indigo mereka hanya untuk mengelabui para penonton indonesia demi segepok uang?

Biasanya, alasan para pemilik indera keenam ini adalah kekuatan makhluk di dunia lain lebih kuat. Lantas, apakah kekuatan doa tak mempan untuk melawan roh-roh halus itu?

Sudahlah, lupakanlah suara-suara memanggil di sekitaran Gunung Piramid dengan berbagai aksi paranormal yang beredar luas di media sosial.

Cobalah kita sebagai warga Indonesia yang baik mendoakan Thoriq, andai saja dirinya ditawan oleh makhluk halus, mungkin saja gabungan doa kita bisa membebaskannya hingga bisa kembali dengan selamat.

Kesimpulannya, secara pribadi saya sependapat dengan tim PMI Bondowoso yang menolak percaya dengan suara Thoriq berteriak meminta tolong.

Entah bagaimana penjelasan ilmiahnya, yang pasti suara tersebut bukanlah suara Thoriq dan bisa jadi adalah suara salah satu tim yang ikut mencari keberadaan Thoriq.

Sumber: mojok.co

Loading...
loading...
loading...