Suami Nenek yang Tewas Ditabrak Harley Mengaku Dibentak Polisi

by -611 views

Polisi belum mengungkap identitas pengendara sepeda motor gede Harley Davidson yang menabrak hingga tewas seorang nenek bernama Siti Aisah (52 tahun) dan melukai cucunya di Bogor, Jawa Barat.

Suami nenek itu, Syahroni, sempat bertanya kepada polisi tetapi dia malah dibentak.

Syahroni bercerita, segera setelah menerima kabar bahwa ditabrak, Minggu pagi, 15 Desember 2019, dia mendatangi lokasi kecelakaan di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Di situ dia melihat dua polisi sedang memeriksa lokasi kecelakaan dan menanyai beberapa orang saksi.

Syahroni menghampiri mereka dan mengaku sebagai suami Aisah, lalu menanyakan identitas penabrak istrinya dengan mencoba melihat dokumen-dokumen kendaraan si pengendara.

“Tiba-tiba polisi marahin, bentak saya: ‘Urusan Bapak apa?’ Saya jawab kan saya suami ibu yang ditabrak ini,” kata Roni ketika diwawancara¬†VIVAnews¬†pada Senin, 16 Desember.

“Dia malah bilang ke saya, ‘Bapak jangan ikut campur, ini urusan petugas’,” katanya, menceritakan reaksi lanjutan si polisi.

Dia mengaku masih tak dapat menerima diperlakukan begitu, apalagi beberapa menit setelah tiba di lokasi dia mendengar kabar bahwa istrinya meninggal dunia saat dirawat di RS PMI setempat.

Ia langsung meninggalkan lokasi dan menuju rumah sakit.

Waktu itu dia sempat bertemu dan bertatap muka dengan pria penabrak istrinya.

Namun dia mengurungkan untuk berbicara dengannya karena buru-buru memastikan kondisi istrinya di RS PMI.

Syahroni menuntut pertanggungjawaban si pengemudi Harley penabrak istri dan cucunya. Sang cucu kini kritis, wajahnya penuh lebam, pendarahan di kepala, dan sempat muntah darah.

Pria penabrak itu, katanya, sempat memohon penyelesaian kasus itu secara kekeluargaan, artinya tidak diproses hukum.

Syahroni belum mengiyakan, terutama karena ingin memastikan cucunya mendapatkan perawatan maksimal hingga pulih seperti sedia kala.

Di rumah duka, seorang yang enggan disebutkan namannya mengaku teman utusan pengendara Harley meminta kasus tabrakan ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Namanya musibah, kita tidak ada yang tahu. Kebetulan (pengendara moge) teman saya. Saya hanya bantu, kami mau selesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Polres Kota Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser dan Kepala Satuan Lalu Lintas Kompol Fajar Hari Kuncoro belum merespons ketika dikonfirmasi soal itu.

Sumber: vivanews.com

loading...
loading...