Soal Pembantaian di Rohingya, Erdogan Telepon 4 Presiden Negara Muslim

by

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ternyata memberikan perhatian khusus terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar. Erdogan mendesak beberapa negara untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

Seperti diwartakan republika.co.id yang melansir dari Anadolu, Kamis (31/8/2017) Erdogan telah menelepon empat Presiden. Ia berbicara dengan Presiden Pakistan, Mamnoon Hussain, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Erdogan mendesak agar negara-negara tersebut terus intensif dalam mengupayakan solusi untuk krisis yang menimpa umat muslim di Myanmar tersebut.

Kepada empat Presiden tersebut Erdogan menyatakan jika kekerasan yang terjadi di Suriah, Irak, Yaman, Palestina, Libya dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar memberikan sebuah kesuraman dunia Islam dalam liburan Idul Adha.

Sumber dari keprisidenan Turki menyatakan jika diplomasi untuk menyelesaikan konflik yang menelan banyak korban di Rohingya akan terus berlanjut.

Pemerintah Indonesia juga dikabarkan telah berusaha untuk membantu mencari jalan keluar bagi konflik yang telah menelan banyak korban jiwa tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah melakukan komunikasi sekretaris jenderal (Sekjen) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

“Kami melakukan komunikasi sekitar 16 menit untuk membahas Rakhine State,” ujar Retno melalui siaran pers, Jumat (1/9/2017), dikutip dari republika.co.id.

Retno menegaskan jika kekerasan terhadap muslim Rohingya telah menyakiti hati banyak pihak. Ia juga mengatakan jika Sekjen PBB juga prihatin dengan situasi kemanusiaan saat ini.

“Kami meminta agar negara manapun menghentikan kekerasan. Proteksi harus diberikan kepada semua umat,” ujar Retno.

Seperti diberitakan sebelumnya, di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus lalu meletus kekerasan. Militer Myanmar melakukan operasi terhadap komunitas muslim Rohingya. Hal tersebut membuat ribuan orang mengungsi ke sejumlah negara tetangga, salah satunya Bangladesh.

Sumber: suratkabar.id

Loading...
loading...
loading...