Siswi SMP Terancam Buta Karena Dilempar HT Polisi Saat Razia, Ini Faktanya

by -545 views

Seorang siswi kelas 3 SMP asal Purworejo, Jawa Tengah, terancam buta karena diduga dilempar Handy Talkie (HT) milik petugas Kepolisian Resor Purworejo saat melakukan razia kendaraan Selasa (30/4/2019) lalu.

Kejadian tersebut tentunya membuat heboh dan menjadi sorotan masyarakat.

Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi? Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 fakta mengenai kasus pelemparan HT oleh petugas Polres Purworejo.

1. Siswi Berprestasi
Siswi yang bernama Layla, 15 tahun, merupakan sosok murid yang pendiam namun berprestasi.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, ia permah menjuarai tarian klasik tingkat kabupaten dan provinsi.

2. Terluka di Mata Kanan
Setelah terjadi pelemparan, Layla dirawat di RS Sardjito DIY. Mata kanannya mengalami sobek sehingga siswi yang masih berusia belia tersebut harus mengalami sejumlah operasi dan tetap terancam mengalami kebutaan.

3. Kronologi
Awal mula dari peristiwa ini adalah, saat itu pihak Kepolisian tengah menggelar razia di Jalan Tentara Pelajar Purworejo.

Saat operasi yang digelar hari Selasa tersebut, Layla sedang dibonceng oleh seorang pengendara motor Vixion yang mencoba kabur saat ada razia.

Petugas pun kontan saja berusaha mengehntikan laju kendaraan tersebut, namun apes, Layla yang hanya menjadi penumpang menjadi korban.

4. Begini Kata Polres Purworejo
Menurut Waka Polres Purworejo Kompol Andis Arfan tofani, operasi tersebut digelar sesuai prosedur.

Dirinya mengatakan bahwa saat itu, Briptu Jodi Pratama menyetop kendaraan dengan tangan kiri yang kebetulan membawa HT.

Petugas tersebut kabarnya tidak tahu apakah HT yang ia bawa mengenai badan korban.

Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun, petugas menjalani pemeriksaan di Propam, kalau terbutki bersalah maka petugas akan diberi sanksi tegas.

View this post on Instagram

Seorang anak di bawah umur mengalami cedera serius di mata sebelah kananya akibat mendapat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota polisi Polres Purworejo. Bahkan korban terancam mengalami kebutaan permanen. Anak tersebut bernama Layla Putri Ramadhani. Ia merupakan Siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo. Umurnya baru 16 tahun. Layla diduga menjadi korban pelemparan HT oleh seorang petugas kepolisian yang sedang melaksanakan operasi candi di Lengkong, Kecamatan Banyuurip, Selasa (30/4). Dari informasi yang dihimpun Metrotime, oknum polisi yang sedang melakukan razia kesal dengan sikap teman Layla yang mengedarai motor berusaha menghindari tilangan. Sontak, petugas berseragam itu marah dan melempar HT dan mengenai mata sebelah kanan Layla. Akibat peristiwa itu, bola mata sebelah kanan Layla robek. Akhirnya, Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardoyo. Bahkan Ia sempat hampir tak sadarkan diri karena tidak mampu menahan rasa sakit akibat pendarahan di matanya yang tidak kunjung berhenti. Setelah diperiksa, ternyata Layla mengalami luka yang cukup berat. BahkanRSUD Purworejo tidak sanggup menanganinya. Akhirnya Laya dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito di Jogjakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Menurut sumber dari Humas RSUD Tjitrowardoyo Purworejo, pihak rumah sakit sudah berusaha menangani luka mata Layla. Namun atas keterbatasan peralatan, dokter memberikan rekomendasi untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai. “Akhirnya kami rujuk karena peralatan di Rumah Sakit kami (Tjitrowardoyo,red) kurang memadai,” kata pegawai RSUD Purworejo yang namanya tidak ingin disebutkan, Rabu (1/5). Layla juga diketahui bertempat tinggal jauh dari orangtuanya. Orangtuanya sudah cukup lama bekerja di luar kota. Ia hanya tinggal bersama simbah dan satu orang kakanya di Bedug RT 03 RW 02 Kecamatan Bagelen. Sementara Kakak pertamanya tinggal Solo. Read More… Follow @infopurworejo . Sumber & Baca Selengkapnya di : metrotimes.news #infopurworejo #purworejo

A post shared by INFO PURWOREJO (@infopurworejo) on

Sumber: suara.com

Loading...
loading...
loading...