Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

by -1,564 views

Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan.

Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tersebut menjadi korban percobaan penculikan.

Beruntung, ia berhasil meloloskan diri. Dia selamat dari upaya penculikan dan lari ke sekolah.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Bromo, percobaan penculikan itu terjadi pukul 06.30. Saat itu bocah kelas enam itu berangkat sekolah seorang diri dengan jalan kaki.

Korban memang biasa berangkat sendirian. Sebab, jarak sekolah dan rumahnya memang dekat, sekitar 200 meter.

Namun, Rabu (12/2) pagi korban mengalami peristiwa yang membuatnya ketakutan. Sekitar 100 meter dari rumahnya, korban dipepet sebuah mobil berjenis Avanza warna hitam.

Mobil itu lantas berhenti di pinggir jalan. Tepat di depan gudang tembakau milik Matruki, Jalan Argopuro, Kelurahan Kandangjati Kulon. Korban pun tidak curiga sama sekali. Dia terus saja berjalan melewati mobil itu.

“Di tengah jalan antara rumah dan sekolah, ada mobil berhenti. Karena tidak curiga, anak itu terus jalan,” kata Syafi’i, ketua RT 8, tempat tinggal korban.

Dari mobil itu, lantas turun seorang lelaki berperawakan agak gemuk. Dan tiba-tiba saja, lelaki itu mendekap korban dari belakang.

Merasa takut dan kaget, korban pun langsung berontak. Sebab, lelaki itu tidak dikenalnya. Dengan cepat, korban langsung menggigit tangan pelaku dan menginjak kakinya.

“Karena korban berontak, kemudian dekapan pelaku itu lepas. Sehingga bocah itu bisa melarikan diri,” katanya.

Berdasarkan keterangan Cld pada Syafi’i, di dalam mobil itu ada empat orang. Mereka semuanya laki-laki.

Korban sendiri saat itu tidak berteriak. Namun, langsung melarikan diri. Dia berlari menuju sekolahnya yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat kejadian.

“Korban sambil menangis masih bisa melihat orangnya. Tapi, namanya anak kecil ketakutan, langsung berlari menyelamatkan diri,” katanya.

Penjelasan serupa diutarakan Kepala SDN Kandangjati Kulon 1 Djuhari, 57. Warga Desa Alassumur Kulon, Kraksaan, itu mengaku dirinya sebenarnya tidak tahu langsung percobaan penculikan itu.

Sebab, dia sedang takziah pagi itu. saat kembali ke sekolah sepulang takziah, dirinya mendapat laporan dari guru kelas korban, Supriyoko.

“Saya diberitahu guru kelasnya bahwa siswi saya jadi korban percobaan penculikan. Setelah itu saya minta segera melapor ke ke kepolisian, ” tuturnya.

Saat itu juga, ketiganya yaitu Jauhari, Cld, dan guru kelas Supriyoko melapor ke Polsek Kraksaan.

Mereka laporan sekitar pukul 09.00. Pada petugas kepolisian, korban bercerita sangat tenang dan lancar.

“Kayaknya bukan mengada-ngada ya. Dia lancar ceritanya kepada polisi. Dan dia cerita kepada temannya pagi itu juga menangis,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto saat dikonfirmasi melakui sambungan telepon tidak aktif. Begitu juga pesan singkat melalui WhatsApp belum direspons.

Sumber: jawapos.com

loading...
loading...