Sister Freja, Masuk Islam, Dihina Terus oleh Ibunya, Mohon Doa

by

Assalamu’Alaykum, berkirim pesan buat semua saudara/saudarinya disini, bagi sister ini, hal penting tentang Islam, ia ingin bercerita dan mengharapkan banyak kiriman doa agar dirinya dan sauadara/saudarai kita muslim, selalu tegar dan istiqomah di jalan Allah.

“Nama saya Freja dan muslimah baru dari Swedia, alhamdulillah… – Tapi keluarga saya tidak tahu karena mereka bukan muslim. Kalian lihat, diSswedia masyarakat melihat Islam dari perspektif berbeda.

Jadi keluarga saya pikir bahwa sungguh aneh dan ‘tidak cocok’ memasuki agama Islam, memiliki niqab (atau)- hijab atau tidak makan babi.

Ibu saya (pernah berdebat) bahwa kita tidak bisa hidup dengan budaya kuno, aturan yang dibuat selama lebih dari 1000 tahun! Ia telah menghina saya, marah atas kemauan saya sewaktu Islam datang ke dalam hati saya.

“Sungguh begitu sedih diri saya dan dia ingin saya berhenti dan tak memikirkan Islam dan dia mengatakan bahwa saya telah menakutinya.

Ketika saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin membaca dan belajar bahasa Arab di sekolah menengah, dia meneriakkan kata-kata, ‘Jadi kamu menikmati aksi-aksimu yang konyol dan bodoh ini?’ Saya benar-benar sedih dengan kelakuannya…”

Perdebatan sengit terjadi dengan sang ibu ketika pandangan hidup telah berbeda. Ibunya merasa bahwa ‘sebagai seorang ibu’, tentu dirinyalah yang paling tahu akan jalan hidup sister ini. Ibunya merasa bahwa anaknya sedang amat gila atau gangguan jiwa.

“Saya telah menemukan Islam sangat awal, waktu baru saja menginjak usia 14 tahun dan orang-orang memanggil saya craaazzyy– super gila, dan memberitahu saya ‘tunggu dulu sampai bisa memilih dengan tepat’…

Tapi siapa bilang bahwa saya terlalu muda? Saya tahu Islam adalah kebenaran dan Islam adalah cara hidup, dan pada prosesnya saya bertawakal kepada Allah.

Saya berjuang untuk Allah dan untuk agama saya dan saya tidak akan pernah meninggalkan pilihan ini karena saya merasa dalam hati, saya tidak dipaksa,

“Sungguh saya memiliki kemauan, prinsip, dan ibu saya harus berbahagia, tetapi dia bahkan menghina dan mencaci maki pilihan ini, sampai mempermalukan saya di hadapan seluruh keluarga dan masyarakat. “ Sister mencoba menahan deras tangisnya.

“Ketika saya mencoba untuk membahas tentang alasan mengapa pilihan jatuh kepada al-Islam sebagai jalan hidupku, tak sedikit pun kalimat didengarkan olehnya, karena semua dia potong dengan mengatakan, ‘Omong kosong, Freja!’  Astaghfirullah Yaa Allah, saya tidak bisa melakukan semua hal yang seharusnya dilakukan oleh seluruh muslim.

Saya banyak dosa. Saya ingin mengenakan jilbab, saya tidak ingin makan daging babi, saya ingin merasa damai , dan tak ada seorang pun yang bisa menghalangiku.

Aku tahu bahwa mereka mengejekku ‘sebagai orang gila’, kebanyakan belajar, tapi aku juga tahu bahwa ini adalah apa yang jiwaku mau dan tidak ada yang bisa mengubah itu.

“Tolong doakan saya, dan berbagi nasihat, saya tidak lemah lagi dalam menunjukkan diri sebagai muslim. Saya tidak mau membuat ibu saya kecewa dan berduka.

Tetapi juga tidak mau kalau dia terus-menerus menghina Islam, Allah membuat saya lebih kuat dan Alhamdulillah, sangat senang akan takdirNya membuat saya memilih jalan ini untuk menegakkan al-Islam.”

Sister Freja memperoleh bantuan saran, nasehat dari para dai/daiyah dalam forum muallaf dan ‘power of dawah’-UK (Inggris).

Dengan tegas ia meyakini bahwa aturan hijab, aturan al-Islam adalah sempurna, bahwa Allah SWT menetapkan peraturan yang berlaku di sepanjang masa. Hanya manusia-lah yang sering mengingkari dan memiliki persepsi modern dengan konotasi berbeda.

Semoga sister Freja tabah, berada dalam keteguhan iman al-Islam, aamiin. Semoga Allah ta’ala melimpahkan taufiq dan hidayahNya pula kepada keluarganya, melimpahkan cahaya Islam bagi para pembenci agama sempurna ini, aamiin Yaa Robb.

Sumber: islampos.com

Loading...
loading...
loading...