Sholat Idul Fitri di Masjid al-Aqsa, Israel Persulit Warga Palestina Berkunjung ke Kota Suci al-Quds

by

Belasan Ribu warga Palestina menunaikan sholat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa Al-Mubarak.

Pusat Informasi Palestina, Palinfo (05/06/2019) melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel (IDF) mempersulit warga yang hendak menunaikan sholat ‘eid di Masjid Al-Aqsa. Sejumlah warga bahkan dilarang masuk ke kompleks suci tersebut.

Warga berdatangan dari berbagai wilayah, dari kota suci Al-Quds, kota Palestina yang diduduki tahun 1948, serta sebagian kecil lainnya berasal dari Tepi Barat dimana Israel hanya mengizinkan warga lansia Tepi Barat untuk berkunjung ke Yerusalem.

Suara takbir menggema dari Masjid Al-Aqsa. Warga terlihat memenuhi halaman, koridor dan Kubah Batu serta seluruh kompleks Baitul Maqdis.

Khatib Al-Aqsa dalam khutbahnya menjelaskan perkembangan situasi terakhir di Masjid Al-Aqsa pasca serangan masal dari kelompok Yahudi esktremis pada 27 Ramadhan lalu.

Ahad lalu (02/06/2019), puluhan warga Gaza luka-luka akibat bentrok dengan pasukan pendudukan Israel di Masjid Al-Aqsa setelah pasukan IDF mengizinkan ribuan penduduk Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa.

Lembaga Wakaf Islam Palestina menjelaskan, kepolisian Israel membuka Gerbang al-Maghribi di Masjid Al-Aqsa lalu mengerahkan pasukan khusus IDF untuk melindungi penduduk Israel yang memaksa masuk ke Al-Aqsa.

Menurut keterangan saksi mata, dalam waktu satu jam, 400 penduduk Israel sudah masuk ke dalam Masjid dan sampai berita ini diturunkan jumlah mereka bertambah menjadi 1179 orang.

Melihat hal ini, ratusan warga Palestina yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa sejak sholat Subuh mulai bangkit dan meneriakkan takbir.

Warga juga berupaya masuk Musholla Al-Qibli untuk melindungi diri, namun Kepolisian Israel kemudian menutup lokasi tersebut dengan rantai besi serta menembakkan puluhan bom suara dan gas air serta peluru karet ke dalam Musholla tersebut. Puluhan warga luka-luka dan 3 lainnya ditangkap.

Konfrontasi terjadi setelah Organisasi Haikal Sulaiman menyerukan warga Yahudi menyerbu Masjid Al-aqsa untuk memperingati hari pendudukan Yerusalem Timur yang di Israel dikenal dengan hari persatuan kota Al-Quds tahun 1967.

Serangan dan pelanggaran hukum yang dilakukan Israel terhadap kota suci Al-Quds dan warganya khususnya Masjid Al-Aqsa semakin masif sejak Presiden AS Donald Trump secara resmi mendeklarasikan bahwa Yerusalem atau Al-Quds ibukota bagi Israel 6 Desember 2017 lalu.

Minggu lalu Euro-Mediterranean Human Rights Monitor (Euro-Med) melaporkan bahwa Israel melakukan lebih dari 130 pelanggaran hukum terhadap rakyat Palestina di Al-Quds dalam bulan April.

Pemerintah Israel tercatat telah menghancurkan 29 bangunan warga. Selain itu belasan bangunan lainnya juga terancam dibumiratakan, salah satunya adalah sekolah.

Menurut laporan Euro-Med, Israel menerapkan kebijakan rasis dan pelanggaran kemanusiaan untuk memaksa rakyat Palestina angkat kaki dari kota suci Al-Quds.

Sumber: suarapalestina.com

Loading...
loading...
loading...