Setelah Dipijat PSK, Pria Umur 65 Tahun Ini Tewas di Lokalisasi

by

Kepanikan dan kehebohan terjadi di Lokalisasi Pasir Putih, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, Selasa (28/3) malam. Pasalnya, seorang pengunjung pria inisial Jam (65) mendadak kehilangan nyawa ketika berada di dalam salah satu kamar.

Belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan tewasnya warga Baamang Hilir ini ketika berkunjung ke Karaoke Bunga Mawar.

Namun kuat dugaan karena serangan jantung lantaran sempat mengeluh sakit di bagian dada. Bahkan korban sempat meminta dipijit oleh seorang PSK.

Informasi lapangan menyebutkan, korban datang ke lokalisasi yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Km 12 itu sekitar pukul 21.30 WIB. Tepat ketika suasana sekitar lokalisasi sedang ramai-ramainya. Setelah memarkirkan mobil, korban langsung masuk ke dalam Karaoke Bunga Mawar.

“Begitu masuk ke dalam kamar, korban langsung duduk sambil dipijat dari dada sampai kaki. Yang memijit tidak hanya satu orang, tetapi beberapa penghuni karaoke juga ikut membantu,” ujar seorang penghuni bernama Herman, seperti diberitakan Kalteng Post (Jawa Pos Group).

Meski telah dipijit, korban masih saja mengeluh sakit dan merasa nyeri di bagian dada. Lantaran kondisinya yang sedang tak sehat, korban kemudian tiduran di dalam kamar.

Tidak lama setelah korban rebahkan, suasana karaoke malah kalang kabut. Rupanya korban sudah tidak bernapas dengan posisi berbaring di ranjang.

“Kami langsung melaporkan kasus ini kepihak kepolisian karena tidak ingin terjadi permasalahan yang berarti,” ucap Herman.

Dari lokalisasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr Murdjani oleh petugas kepolisian. Bahkan Kapolres Kotim AKBP Johanes P Siboro turut berada di lokasi penemuan.

“Kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan kematian korban. Namun dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung,” ungkap kapolres.

Meski demikian, lanjut kapolres, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban tewas akibat serangan jantung atau tidak. Sebab pihaknya masih menunggu hasil visum maupun penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk penemuan awal, tidak ada bekas atau tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” kata Johanes yang malam itu datang dengan mengenakan jaket kulit bewarna hitam.

Sumber: jpnn.com

Loading...
loading...
loading...