Seperti Ini Perjuangan Ifan Seventeen Menemukan Jenazah Istrinya

by

“TENANG ya, sama-sama kita semobil lagi…,” ucap Riefian Fajarsyah atau Ifan, vokalis Seventeen. Suaranya lirih, menahan tangis.

Sambil mengucap bismillah dan kalimat tauhid, Ifan mengusap kain hijau yang membungkus jenazah istri tercinta, Dylan Sahara.

Setelah pencarian sejak Minggu pagi (23/12), tadi malam (24/12) akhirnya jenazah Dylan ditemukan.

Meski sedih, Ifan pantas merasa lega. Sebab, selama dua hari dua malam dia mencari istrinya. Jawa Pos kemarin siang ikut rombongan Ifan mencari Dylan.

Salah satu lokasi yang didatangi adalah vila di kawasan Beach Hotel Tanjung Lesung Resort.

Vila dua lantai tersebut sempat ditempati Ifan bersama Dylan dan saudara kembar Ifan, Riedhan Fajarsyah. Ifan menempati kamar di lantai 2.

Sedangkan Idan -sapaan akrab Riedhan Fajarsyah- berada di lantai bawah. Vila itu cukup besar. Ada kolam renang kecil berukuran sekitar 1,5 x 7 meter di area dalam vila.

Lantai ruangan vila itu penuh lumpur. Cukup tebal. Ifan berjalan pelan melintas di atas lumpur itu.

Sembari menenteng tas kecil warna cokelat, dia menyelidik sekitar. Mencari sesuatu di tengah puing-puing kayu dan perkakas rumah tangga yang berserakan di dalam ruangan.

Ifan terus menelusuri setiap sudut. Beberapa saat kemudian, dia keluar dari vila nomor 6030 itu. Dengan raut wajah lelah, dia meraih ponsel dari dalam tas. Kemudian berbicara dengan seseorang.

“Istrinya Andi (Windu Andi Darmawan, drumer Seventeen, Red), Mah,” kata Ifan kepada Dwi Ratna (ibu mertuanya) singkat kemarin (24/12).

Selain mencari Dylan, rombongan berjumlah tujuh orang itu mencari Andi, drumer Seventeen. Andi kemarin juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Ifan ditemani kolega dan beberapa anggota keluarga. Nah, vila tempat Ifan dan istri menginap baru kemarin disambangi.

Selain mencari Dylan, Ifan dan rombongan mengemasi barang-barang pribadi. Misalnya pakaian yang tersimpan dalam koper dan perlengkapan lain yang masih bisa diselamatkan.

Kondisi vila Ifan di lantai dasar tampak porak-poranda akibat tsunami Selat Sunda. Sampah kayu dan rumput-rumput panjang berserakan di setiap sisi.

Kaca-kaca jendela dan pintu pecah berantakan. Tembok pagar di sisi depan jebol. Air kolam renang pun berubah kumuh. Berwarna cokelat. Dipenuhi sampah tumbuhan dan lumpur.

Vila itu berada cukup jauh dari panggung utama band Seventeen saat acara gathering pegawai PLN Transmisi Jawa Barat-Banten (TJBB) pada Sabtu malam (22/12).

Istri Ifan berada di sekitar panggung saat kejadian. Namun, Ifan terus berupaya mencari Dylan di sekitar vila itu. Berharap Dylan ditemukan. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Dylan tak ada di sana.

Seharian kemarin Ifan terus menyusuri sepanjang pesisir pantai Tanjung Lesung Resort. Ditemani ibu Dylan, Dwi Ratna, dan beberapa kolega.

Ifan sebelumnya telah mencari Dylan di pesisir utara Pantai Tanjung Lesung. Namun, istrinya tak juga ditemukan.

Tak hanya sampai di situ, Ifan juga door-to-door mendatangi rumah warga desa. Salah satunya Kampung Cikadu, tak jauh dari Tanjung Lesung.

Ifan akhirnya menemukan jenazah istrinya di Rumah Sakit (RS) Pandeglang. Semula dia menerima informasi tentang jenazah dengan ciri-ciri seperti Dylan.

Akhirnya Ifan mencoba menemui. Dilihat dari sejumlah ciri, yakni baju yang terakhir dikenakan (dress hijau kebiruan), kuteks putih, serta bekas jahitan di kaki, benar itu Dylan.

Ifan harus ikhlas menerima kenyataan bahwa sang belahan jiwa telah berpulang. Namun, dia tetap bersyukur jenazah istrinya bisa ditemukan.

“Alhamdulillah udah ketemu istriku. Makasih doanya, Teman-teman. Minta tolong kirimin Al Fatihah ya buat istriku,” ucapnya.

Berdasar keterangan Yulia Dian dari manajemen Seventeen tadi malam, jenazah Dylan dibawa ke RS Drajat Serang untuk dibersihkan, dimandikan, dan diformalin sebelum dimasukkan ke peti.

“Rencananya dimakamkan di Ponorogo.”

Sumber: jawapos.com

Loading...
loading...
loading...