Seorang Menteri di Jepang Mundur Karena Langgar UU Pemilu Dengan Memberi Sumbangan Untuk Pemilih

by -356 views

Menteri perdagangan Jepang, Isshu Sugawara, mundur dari jabatannya karena dituduh telah melanggar undang-undang pemilihan umum di negara itu.

Media melaporkan Isshu Sugawara memberi kepada konstituennya di Tokyo hadiah berupa melon yang mahal, jeruk, telur ikan serta royal jelly.

Ia juga disebut-sebut menawarkan “uang duka cita” sebesar 20.000 yen (sekitar Rp2,5 juta) kepada keluarga pendukungnya.

Undang-undang pemilu di Jepang melarang politisi memberi apa yang dianggap sumbangan kepada pemilih di daerah pemilihan mereka.

Tuduhan ini pertamakali muncul di majalah Shukan Bunshun yang mengatakan menteri Sugawara menawarkan 20.000 yen kepada anggota keluarga dari konstituennya yang meninggal dunia.

Di Jepang, ada kebiasaan memberi uang duka kepada anggota keluarga yang berduka, dikenal dengan nama “uang dupa”.

Majalah itu juga mencetak daftar hadiah yang diberikan oleh kantor Sugawara, termasuk telur ikan dan jeruk.

Ada juga surat terima kasih yang dianyatakan oleh Sugawara diterimanya dari pada penerima hadiah itu.

Sugawara menyatakan kepada wartawan hari Jumat (25/10) bahwa ia masih memastikan apakah ia memang melanggar undang-undang pemilu.

Namun sementara hal itu ia lakukan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri, kata media Nikkei Asian Review.

“Saya tak ingin masalah saya memperlambat parlemen dalam mengambil keputusan,” kata Sugawara.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan: “Saya bertanggungjawab menunjuk dia. Saya minta maaf kepada seluruh warga Jepang.”

Sumber: bbc.com

loading...
loading...