[Selasa, 6 November 2018] 4 Wilayah Indonesia Ini Digoncang Gempa

by

5 gempa bumi mengguncang beberapa wilayah di Indonesia hari ini, Selasa 6 November 2018.

Berdasarkan pantauan Tribunnews melalui data BMKG, hingga pukul 09.09 WIB, telah terjadi 5 kali gempa di beberapa tempat yang berbeda dengan magnitudo yang berbeda.

#1
Gempa pertama terjadi dini hari pada pukul 01:35:53 WIB di Mamasa, Sulawesi Barat.

Gempa bermagnitudo 5,5 tersebut berpusat di 12 km tenggara Mamasa.

Gempa dirasakan di IV Mamasa, III-IV Mamuju, III-IV Toraja, III-IV Polewali, III-IV Majene, dan III Palopo.

#2
Gempa kedua juga terjadi pada dini hari pukul 01:57:01 WIB di Badung.

Gempa bermagnitudo 3,6 tersebut berpusat di 8 km timur laut Badung.

Gempa dirasakan di wilayah Denpasar dengan skala II.

#3
Gempa ketiga kembali terjadi di Mamasa pada pukul 07:25:25 WIB.

Gempa bermagnitudo 3,4 tersebut berpusat di timur laut Mamasa.

Gempa dirasakan di wilayah Mamasa dengan skala II.

#4
Gempa keempat terjadi pada pukul 08:00:14 WIB di Lombok Timur.

Gempa bermagnitudo 4,6 tersebut berpusat di timur laut Lombok Timur.

Gempa dirasakan di beberapa daerah dengan skala yang berbeda, yaitu Lombok Utara (V), Lombok Timur (V), Lombok Barat (IV), Mataram (IV), Lombok Tengah (III).

#5
Gempa kelima terjadi pada pukul 09:09:51 WIB di Sangihe, Sulawesi Utara.

Gempa bermagnitudo 5,3 tersebut berpusat di laut, 21 km barat daya Kepulauan Sangihe.

Gempa dirasakan di Sangihe dengan skala MMI III-IV.

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity)
Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...