Sejak Nunung Ketahuan Pakai Sabu-sabu, Suaminya Tidur di Luar Menghadap Tembok

by

Nunung Srimulat menyesal telah mengonsumsi narkoba. Namun, kini ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Dalam wawancaranya dengan Kompas TV, pemilik nama lengkap Tri Retno Prayudati itu, mengaku pertama kali mengonsumsi narkoba pada 20 tahun lalu.

“Kalau itu (pengaruh) lingkungan seprofesi waktu itu, ya saya ikut-ikutan saja. Saya cuma diajak-ajak dulu ya,” ucapnya.

Nunung sempat menjalani rehabilitasi di Surabaya atas keinginan sendiri dan berhasil.

“Ya sudah, saya berhenti, 20 tahun itu saya sudah enggak,” ucapnya.

Namun, lima bulan lalu, Nunung Srimulat kembali jatuh pada lubang yang sama. Ia kembali ke kebiasaan lama mengonsumsi narkoba.

Sebagai alasan, Nunung terlalu banyak ambil kerjaan melampaui kekuatan fisiknya.

“Fisik saya itu sudah tidak memungkinkan ambil pekerjaan kayak sinetron, tahu sendiri kan sinetron itu bisa dari pagi ke pagi,” tuturnya.

Padahal, di saat yang sama ia juga masih terikat pekerjaan untuk program televisi. Jadwalnya tiap hari dan disiarkan secara langsung.

“Ternyata fisik saya enggak kuat, enggak bisa dibohongi dengan usia saya. Akhirnya saya punya inisiatif itu, bagaimana ya kalau saya dibantu dengan make ini (narkoba),” lanjut wanita 55 tahun ini.

Nunung mengonsumsi sabu-sabu sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan suaminya, Iyan Sambiran.

“Pertama kali saya beli, suami enggak ngerti, enggak tahu. Kedua kali baru tahu setelah empat bulan ini. Ya sudah, sudah terlanjur saya pakai, suami saya sikapnya sudah berubah sama saya.”

“Suami saya cuma marah dengan sikap aja, enggak dengan ngomel-ngomel gitu. Kayak tidur di luar, tidur sama anak. Tidur pakai bedcover, ditutup mukanya, menghadap ke tembok gitu,” terang Nunung.

Sampai tibalah di hari ulang tahun suaminya pada awal Juli 2019. Nunung menanyakan kado yang diinginkan sang suami.

“Saya bilang, minta kado apa yah. Dia peluk saya, kadonya kamu berhenti sayang, kamu berhenti make.”

Nunung tak bisa menahan air matanya. Ia mengangis sesenggukan.

“Saya bilang iya, iya yah, aku janji, aku berhenti,” kata Nunung terisak.

Hanya jeda beberapa hari, Nunung mengabaikan apa yang menjadi harapan sang suami: untuk tidak menggunakan sabu-sabu.

“Saya masih nekat lagi.”

“Baru saya pakai, suami saya marah besar itu, ya sudah, ayo. Kalau mau ancur-ancuranancur-ancuran sekalian. Kamu enggak berhenti, kamu bohongi saya.”

“Saya bilang ini yang terakhir kali, sumpah ini yang terakhir kali. Ya sudah ayo ancur-ancuran sekalian, suami saya bilang begitu. Saya sempat nangis juga, terus kejadian (diciduk polisi).”

“Suami saya bilang nantang, ‘ayo kalau make make sekalian, kalau mau ancur, ancur sekalian.”

Saking kesalnya saat itu, sang suami akhirnya ikut menggunakan sabu-sabu bersama Nunung.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...