Sehat Tak Perlu Mahal, Tiru Kebiasaan Nabi Muhammad Ini

by

Di jaman now, kesehatan semakin terkesan mahal. Orang-orang di masa posmodern sekarang ini melakukan banyak upaya yang dapat membuat tubuh mereka bugar, fresh, dan tidak gampang sakit.

Umpamanya melalui diet ketat, fitness, yoga, dan aneka work-out lain yang dinilai penting plus ampuh menjaga stamina dan kesehatan tubuh agar tetap prima.

Tidak jarang pula yang mengonsumsi suplemen-suplemen sintetis kimiawi buatan pabrik yang dipercaya mampu menyehatkan dan menguatkan badan. Padahal hal tersebut tidak ditimbang efek-sampingnya di masa tua.

Sebagai umat muslim, tahukah kita bahwa sebetulnya kita sudah mempunyai figur teladan yang sangat baik untuk dijadikan contoh dalam pola hidup sehat secara alami? Iya, dialah Rasulullah Muhammad Saw.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ada pepatah Latin yang mengatakan Mensana Incorpore Sano, bahwa di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Itu dalam kebudayaan Barat yang mana kurang lengkap dalam memandang kesehatan.

Sedangkan dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, kesehatan jiwa dan tubuh keduanya saling melengkapi dalam harmoni yang selaras.

Tidak hanya di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, namun juga pada jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat.

Kelengkapan prinsip sehat itulah yang dapat kita ambil contoh pada pribadi Rasulullah SAW.

Hal tersebut diperkuat dengan suatu kisah tatkala seorang dokter utusan dari Kaisar Romawi yang menanyakan ke Rasulullah tentang rahasia kaum muslimin yang sangat sehat dan jarang sakit.

Sebab seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali; saat diracun oleh seorang wanita Yahudi dan ketika menjelang wafatnya.

Sementara pada masa mudanya, Rasulullah adalah seorang dengan tubuh sehat bugar, jago gulat, ahli seni memanah, dan pejalan kaki yang tangguh.

Maka dari itu, ada beberapa tips-tips kesehatan yang bisa kita ambil dari sosok Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Pertama, Sering Berpuasa
Puasa menjadi salah satu dari rukun Islam karena memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan seorang hamba.

Hal ini dikarenakan aktivitas menahan diri dari segala bentuk godaan baik yang sifatnya kebutuhan jasmani maupun rohani, dapat menjaga keseimbangan hidup kita.

Faedah yang luar biasa ajaib dari puasa adalah dapat menyembuhkan aneka macam penyakit fisik seperti; tekanan darah tinggi, kelebihan kolesterol, gangguan pencernaan, mencegah kanker, lemak berlebih, dan menstabilkan metabolisme tubuh.

Berpuasa juga melatih disiplin rohani seseorang agar terjauh dari kekangan hawa nafsu yang menjerumuskan ke sesuatu yang buruk semacam; hasud, dengki, dendam, marah, ghibah, dan sebagainya. Kemudian menggantinya dengan sifat-sifat yang terpuji.

Maka tidak heran jika dalam dunia kedokteran internasional, puasa termasuk senjata paling ampuh dalam menyembuhkan manusia sekaligus menjadi suatu program diet berkualitas yang berpahala juga.

Kedua, Taqlil al-Ghida (Menyedikitkan Makan)
Kita sama-sama tahu kalau kesehatan setiap manusia lebih banyak berurusan dengan pencernaan. Dan sistem pencernaan berhubungan dengan pola makan.

Sementara dalam dunia medis, telah diakui para ahli bahwa sumber utama dari total kebanyakan penyakit adalah kelebihan makanan.

لَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“… janganlah engkau berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-An’am: 141)

Dari situlah kita tahu alasan kenapa banyak orang yang melakukan diet hanya untuk menjaga kesehatannya.

Maka, untuk memeroleh tubuh dan jiwa yang sehat, Rasulullah memberikan rumus kepada umatnya tentang pola makan, agar “makan di saat lapar, berhenti sebelum kenyang.

Setiap pagi, jika tidak sedang berpuasa, beliau rutin meminum air putih (air zamzam) untuk menyegarkan tubuh bagian dalam.

Juga tidak lupa, yang menjadi faktor pendukung utama dalam setiap kegiatan beliau, adalah doa. Doa menjadi kunci pembuka pintu rahmat Allah agar kita senantiasa diberi kesehatan baik jasmani sekaligus rohani.

Ketiga, Menjaga Kebersihan
Umat muslim sudah familiar dengan sebuah maqolah yang berbunyi, An-Nadhafatu minal Iman, kebersihan itu bagian dari iman.

Rasulullah selaku figur utama dalam panggung kehidupan umat Islam telah menjadi teladan agar senantiasa menjaga kebersihan.

Beliau memperhatikan kebersihan mulai dari anggota badan, rumah, sampai lingkungan. Oleh karenanya, jika kita mendambakan kehidupan yang sehat, alangkah baiknya kita menjaga kebersihan diri dan lingkungan di mana kita berada.

Keempat, Rutin Menggosok Gigi
Rasulullah SAW sampai masa tuanya memiliki gigi yang kuat dan bersih disebabkan karena beliau rajin menggosoknya pada pagi hari, dengan menggunakan siwak.

Akar dari pohon Arok ini berkhasiat secara alami untuk membersihkan kuman-kuman yang menempel di gigi serta menambah kekuatan tulang gigi.

Kelima, Bukan Tipe Pemarah
Sifat pemarah memiliki keterkaitan erat dengan penyakit jantung dan darah tinggi. Barangkali karena itulah Rasul melarang hambanya agar tidak marah.

Sebab secara tidak langsung itu berarti menghindarkan diri kita dari penyakit mematikan.

Shalat dengan Gerakan yang Benar
Banyak kajian ilmiah yang membuktikan kalau gerakan shalat memberikan dampak ajaib terhadap orang yang melakukannya. Kebugaran tubuh, fokus otak, dan kejernihan pandangan merupakan beberapa manfaat yang didapat darinya.

Keenam, Silaturrahim (Bersosialisasi)
Dalam suatu kajian di Harvard School of Public Health, para pengkaji menemukan hasil bahwa seseorang yang memiliki hubungan sosial yang baik, akan lebih kecil peluangnya terkena penyakit kronis.

Ketujuh, Olahraga
Olahraga juga penting sebagai penyegar ulang sekaligus penjaga keseimbangan tubuh kita agar tetap fit.

Kedelapan, Waktu Istirahat Cukup (Tidur Cepat, Bangun Lebih Cepat)
Rasulullah terbilang seorang yang rajin beribadah dan beraktivitas. Namun beliau juga tidak lupa mengistirahatkan tubuhnya dengan waktu yang singkat, tapi berkualitas.

Lantas sesudah istirahat pun, beliau lanjut shalat malam (qiyamul-lail) dan hal tersebut menjadikan badan beliau selalu prima.

Wallahu a’lam

Sumber: islami.co

Loading...
loading...
loading...