Sebuah Renungan: Pagi Jadi Malaikat, Sore Jadi Iblis

by

Kita memandang dan menilai seseorang sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kita tentang orang tersebut.

Ketika kita berprasangka baik kepada seseorang maka yang tampak dari orang tersebut adalah kebaikan.

Ketika kita berprasangka buruk kepada seseorang maka yang tampak dari orang tersebut adalah keburukan.

Bahkan bisa jadi kita memandang seseorang laksana malaikat disebabkan oleh opini atau informasi baik tentang orang tersebut.

Pada waktu lain kita memandang orang tersebut laksana iblis disebabkan oleh opini atau informasi buruk tentang orang tersebut.

Padahal orang tersebut tidak berubah, ia tetap seperti sebelumnya.

Jadi, yang berubah itu kita sendiri bukan orang tersebut.

Yang berubah adalah cara pandang kita sendiri. Waspadalah!

Ibnu Mazin rahimahullah berkata:

الْمُؤْمِنُ يَطْلُبُ ْمَعَاذِيْرَ إِخْوَانِهِ وَالْمُنَافِقُ يَطْلُبُ الْعَثَرَاتِ

“Seorang mukmin selalu mencari udzur (pembelaan) bagi saudara-saudaranya, sedangkan orang munafik selalu mencari-cari kesalahan saudara-saudaranya.”

Mari kita periksa diri kita sendiri, apakah kita termasuk orang mukmin ataukah munafik?

Semoga Allah masukkan kita dalam golongan orang-orang beriman yang selalu berusaha berprasangka baik kepada saudara-saudara kita, aamiin ya Robb.

Sumber: islampos.com

Loading...
loading...
loading...