Seberapa Besar Peluang Bisa Selamat Dari Kecelakaan Pesawat? Ini Penjelasannya

by -3,605 views

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh ke perairan dekat daerah Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat yang dikomandoi Captain Bhavye Suneja dengan kopilot Harvino itu terjatuh setelah 13 menit mengudara.

Pesawat yang jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107’06.628″ tersebut membawa 189 penumpang.

Dengan rincian 181 178 penumpang dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 6 awak kabin, dan 2 pilot.

Hingga saat ini belum diketahui berapa jumlah korban jiwa dan korban selamat atas insiden tersebut.

Berkaitan dengan kejadian kecelakaan pesawat, sebenarnya seberapa besar peluang untuk selamat?

Tidak ada jawaban yang jelas terkait pertanyaan itu.

Sama halnya seprti peluang selamat saat terjadi kecelakaan mobil, semuanya tergantung pada keadaan.

Meski demikian, berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS terkait kecelakaan pesawat nasional dari 1983 sampai 1999, diketahui, lebih dari 95 persen penumpang selamat dari kecelakaan, termasuk 55 persen dalam insiden paling serius.

Sementara itu, penelitian yang dilakukan Dewan Keselamatan Transportasi Eropa pada 1996 memperkirakan, 90 persen kecelakaan pesawat secara teknis selamat.

Agustus lalu BBC melaporkan, selama dua dekade sejak dua penelitian itu dilakukan, keselamatan penerbangan disebut telah meningkat tajam dan kecelakaan fatal menurun.

Lantas, apa yang menentukan kecelakaan pesawat bisa diatasi?

Tom Farrier, mantan direktur keselamatan di Asosiasi Transportasi Udara AS menjelaskan dalam situs web Quora, ada tiga kondisi yang membantu menentukan apakah kecelakaan pesawat dapat diatasi.

Pertama, seberapa parah saat terjadi kecelakaan seperti benturan atau tabrakan.

Apakah hal tersebut dapat ditoleransi kekuatan manusia.

Kedua, apakah struktur pesawat yang mengalami kecelakaan tetap utuh secara substansial.

Ketiga, apakah kondisi lingkungan pasca-kecelakaan bisa menimbulkan ancaman bagi penumpang maupun tim penyelamat.

Singkatnya, seberapa buruk kecelakaan terhadap tubuh, seberapa parah kerusakan yang dialami pesawat, dan apakah reruntuhan serta lingkungan tempat pesawat jatuh aman.

Selain harus mematuhi aturan selama naik pesawat, mulai dari mengenakan sabuk pengaman, tidak memakai pakaian yang mudah terbakar, atau memerhatikan di mana Anda duduk di pesawat, ada hal lain yang lebih penting.

Konsultan penerbangan Adrian Gjertsen mengatakan, kondisi pesawat dan penumpang selama terjadi insiden jauh lebih penting.

Pasalnya, keselamatan lebih tergantung pada tiga hal seperti disebutkan di atas.

“Satu hal yang bisa memperburuk masalah adalah keinginan penumpang untuk menyelamatkan barang bagasinya,” kata Gjertsen.

“Hal seperti ini sebenarnya justru dapat merugikan keselamatan. Tak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Jika ada sesuatu yang salah, segeralah menjauh,” tegasnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...