Saat Kiamat Tiba, Iblis Berpidato kepada Manusia, Ini Isinya

by

Semenjak di usir dari Surga karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam As, Iblis berjanji kepada Allah akan menggoda anak cucu Adam As agar sama-sama menentang perintah Allah SWT dan terjerumus kedalam Neraka jahannam.

Iblis akan menggoda manusia sampai hari kiamat. Mereka datang dari arah depan, belakang, kiri, kanan, atas dan bawah supaya manusia bisa terjerumus kedalam jurang kemaksiatan.

Jika anak cucu Adam kuat keimanannya maka ia tak mudah untuk di goda setan, namun mereka yang lemah keimanannya akan mudah masuk dalam jebakan setan.

Kesenangan dan keindahan yang dijanjikan setan kepada manusia tak lain hanyalah tipu daya belaka, janji manis yang semu dan fana.

Godaan setan kepada manusia sangat berbeda beda, tergantung bagian mana sisi terlemah manusia. Tujuannya sama, agar umat manusia melakukan apa yang Allah larang.

Boleh jadi seseorang yang terperdaya dengan godaan setan karena lebih mementingkan pekerjaannya lalu meninggalkan shalat.

Namun, di lain tempat setan menggoda seseorang untuk melalaikan shalat, hingga pada akhirnya waktu shalat tersebut habis. Tujuannya sama supaya manusia meninggalkan shalat.  Namun, cara menggodanya yang berbeda.

Kelak di hari kiamat nanti, manusia dari jaman dahulu sampai manusia yang terakhir akan dikumpulkan untuk diminta pertanggungjawaban.

Setelah hisab Allah ditetapkan, maka orang-orang beriman akan berbondong-bondong meminta syafaat. Manusia datang menemui bapak mereka semua yaitu Nabi Adam As, lalu menemui Nabi Nuh As, Nabi Musa As dan Nabi Isa As.

Namun, mereka tidak memperoleh syafaat apapun dari para Nabi yang mereka datangi. Sampai akhirnya Nabi Isa As menunjukan kepada siapa mereka harus meminta syafaat, yaitu kepada Nabi SAW. Setelah mereka menemui Nabi Muhammad Saw maka mereka diberi syafaat oleh Nabi Muhammad berkat izin dari Allah SWT .

Melihat kejadian tersebut, orang-orang yang ingkar kepada Allah bertanya satu sama lain, kepada siapa kami meminta syafaat? mereka mengatakan kita harus meminta syafaat kepada Iblis karena dialah yang menyesatkan kita.

Datanglah mereka kepada Iblis untuk meminta syafaat tersebab Iblislah yang menyebabkan mereka maksiat. Saat bertemu dengan Iblis, Iblis bangkit lalu Pidato kepada manusia:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.’ Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.”  (QS. Ibrahim: 22)”

Secara tegas Allah mengatakan hanya janji Allah SWT lah yang benar sementara janji setan kepada manusia hanya tipuan belaka.

Iblis pun mengakui kebenaran yang datangnya dari Allah serta kebohongan janji Iblis terhadap manusia. Iblis tidak dapat mendatangkan pertolongan kepada manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Sejatinya rayuan syetan tidak bermanfaat sedikitpun kepada manusia, justru ia akan membawa dalam kesengsaraan dan kemadhorotan.

Oleh sebab itu, manusia harus menjadikan syetan sebagai musuh yang paling nyata agar tidak sertamerta mengikuti bisikannya.

Jika sudah dijadikan musuh, maka kita akan selalu waspada, tidak mempercayai apapun seruannya, melawan dengan sekuat tenaga, membongkar setiap tipu dayanya.

Ya Rabb lindungilah kami dari godaan syetan yang terkutuk.

Wallahu a’lam.

Sumber: islami.co

Loading...
loading...
loading...