Riya Adalah Syirik Kecil Dalam Islam, Ini Penjelasan dan Dalilnya

by

Dalam Islam, sikap riya seringkali disebut sebagai as-syirk al-ashghor atau as-syirk al-khofiyy, yang kira-kira artinya adalah syirik pada taraf yang kecil atau ringan.

Riya yang secara definitif diartikan sebagai “orang yang mempertunjukkan sesuatu yang tidak semestinya ditunjukkan” (yuraa’i an-naas khilaafa maa huwa ‘alaihi).

Sifat riya ini juga erat kaitannya dengan pamer. Dan, intinya dari sikap riya adalah melakukan sebuah amal tidak atas niat untuk mencari ridha Allah Swt.

Lalu, kenapa disebut sebagai syirik kecil?

Allah berfirman dalam surah al-Kahfi [18]: 110,

فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka berbuatlah amal salih, dan jangan menyekutukan dengan siapapun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

 Menurut banyak ulama, diantaranya Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam Irsyad al-‘Ibad, musyrik dalam ayat itu bermakna laa yuraaii ahadan. 

Artinya, janganlah riya’ kepada seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.

Tafsiran ini juga seirama dengan at-Thabari dalam tafsirnya Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Aayi al-Qur’an, 

وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا  يقول: ولا يجعل له شريكًا في عبادته إياه، وإنما يكون جاعلا له شريكًا بعبادته إذا راءى بعمله الذي ظاهره أنه لله وهو مريد به غيره.

“Dan jangan seseorang itu menghadirkan sekutu yang dituju dalam beribadah kepada Tuhannya. Maksud dari mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah adalah membuat agar amalnya dapat dilihat orang, yang kelihatannya ibadah itu karena atau untuk Allah, namun (ternyata) seseorang itu berkehendak kepada yang lain.”

Dari sinilah berangkat pemahaman tentang sikap riya’ sebagai syirik kecil, karena seorang hamba justru tidak benar-benar beribadah kepada Allah, tapi ada yang dituju selain-Nya.

Riya tidak dianggap sama dengan menyekutukan Tuhan atau beribadah kepada selain Allah.

Namun, ada sekian riwayat yang menyatakan bahwa Allah akan mencabut pahala dari amal baik seorang hamba, jika dilakukan dengan perasaan riya atau pamer.

Sabda Rasulullah Saw. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر وهو الرياء. يقول الله يوم القيامة للمرائين إذا جزى الله بأعمالهم، “إذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا. أنظروا، هل تجدون عندهم جزاء !

“Sungguh yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil – yaitu riya. Allah akan bersabda di hari kiamat dari orang-orang yang riya ketika Dia memberikan balasan amal-amal mereka, “pergi sana kepada orang-orang, yang dahulu di dunia kamu ingin dilihat mereka ! Lihatlah !, apakah kamu mendapatkan sesuatu dari mereka? Iri”

Wallahu a’lam

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...