Ribuan Pengikut Percaya yang Ditangkap Cuma Jelmaan, Kanjeng Dimas Asli Ada di Mekah

by -1,384 views

Beberapa hari setelah penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kini muncul kabar bahwa dia sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Sementara itu, lelaki yang ditangkap Polda Jatim pada Kamis (22/09) di padepokan bukanlah Dimas Kanjeng yang asli.

Tentu saja isu ini sangat kontroversial, karena jelas-jelas Kanjeng Dimas ditangkap polisi, disaksikan ratusan warga dan ribuan pengikut Kanjeng Taat, juga ada wartawan, dan tim dokumentasi dari Kepolisisan juga.

Namun herannya sebagian warga  terutama para pengikut tidak mempercayainya, mereka lebih percaya kalau yang ditangkap itu cuma jelmaan Kanjeng Taat, sedangkan Kanjeng Taat yang asli saat ini ada di Mekah sedang ibadah haji.

“Yang ditangkap itu bayangannya. Guru besar kami sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, beliau baik-baik saja di sana. Kami semua di sini menunggu kedatangan beliau sampai kembali memimpin padepokan,” kata Tugino (52) kepada wartawan saat di tenda padepokan dengan pengawasan polisi.

Himbauan Polisi agar pengikut pulang saja kerumah masing-masing tidak diindahkan. Bahkan sampai Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Bustomi turun langsung ke padepokan memberi keterangan untuk meyakinkan bahwa isu mengenai keberadaan Kanjeng yang di Mekah itu tidak benar, beliau menegaskan jika dua kloter haji dari wilayahnya, tidak tercantum nama Taat Pribadi sebagai jamaah haji tahun 2016.

Keterangan Bustomi justeru ditanggapi dengan senyum penuh arti para pengikut sambil bergumam,”Kyai Kanjeng tidak butuh pesawat terbang untuk sampai ke Mekah, cukup berkedip, beliau sudah sampai di Mekah,pak..” Jawab pengikut. Tugino maupun pengikut lainnya bersikukuh tidak percaya jika yang ditangkap Dimas Kanjeng. “Kami sangat yakin kalau guru kami sebelum ada peristiwa penangkapan itu, sudah berada di tanah suci Mekkah. Jadi tidak usah tanya masalah itu lagi mas,” tandas Tugino, Minggu (25/9/2016).

Pengikut juga tidak percaya dengan tuduhan bahwa Raden Kanjeng menjadi otak pembunuhan 2 pengikut teman mereka.Umumnya warga Jawa Timur dan ribuan pengikut Kanjeng Raden sangat percaya bahwa Kanjeng Taat itu sakti Mandraguna, apapun bisa dilakukan, jangankan cuma menjelma menjadi dua, tiga atau empat, menjadi apapun Kanjeng bisa. Kesaktian yang sudah sering dipamerkan Kanjeng Dimas adalah  mengeluarkan uang dari setiap ujung-ujung tangannya, videonya sudah beredar luas di Youtube, iklan-iklan penggandaan uangnya juga sudah menyebar ke hampir seluruh pelosok negeri.

Wajar jika warga dan pengikut berfikir seperti itu, karena Kanjeng Dimas ini memang bukan orang sembarangan, dia adalah raja di raja, kelasnya sudah setengah dewa,atau malaikat dan nabi. Banyak orang-orang penting,pejabat dan pengusaha papan atas yang sudah berkunjung ke padepokannya, sehingga menambah keyakinan warga dan ribuan pengikutnya.

Belum lagi pimpinan yayasan padepokan Kanjeng Taat  adalah Marwah Daud Ibrahim,beliau bukan orang sembarangan, seorang professor Doktor jebolan Amerika, anggota ICMI, dan memimpin banyak lembaga nasional tanah air.

Mengenai desas-desus bahwa Kanjeng Raden telah melakukan praktek penipuan dengan modus penggandaan uang, berita ini juga tidak dipercaya, karena warga dan pengikut tetap yakin, kelak uang yang telah disetorkan ke Kanjeng Raden, akan kembali beratus-ratus kali lipat, itulah kenapa sampai detik ini belum ada satupun yang melapor tentang dugaan penipuan ini, padahal disinyalir, pengikut atau orang telah berinvestasi menyetorkan uang untuk digandakan secara ghaib kepada Raden Kanjeng jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan orang, dikarenakan Kanjeng Raden beserta team marketingnya sangat gencar, masiv dan agresif dalam mempromosikan bisnis Penggandaan uang ghaib Kanjeng Taat ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo pun langsung menanggapi isu tersebut. MUI mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H. Yasin menyatakan, penangkapan Dimas Kanjeng oleh tim Gabungan Polda Jatim dan Polres Probolinggo pasti sudah tersusun dan terencana. Mereka tidak mungkin menangkap orang yang berbeda atau Dimas Kanjeng yang palsu.

Yasin meminta warga tidak terpengaruh. Selain itu, warga tidak ikut membuat atau menyebarkan isu tersebut sehingga tidak terjadi kesimpang-siuran yang meresahkan masyarakat. “Masyarakat jangan resah. Ikuti informasi yang benar dari kepolisian,” ujarnya.

Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Bromo, saat ini di tengah masyarakat beredar isu bahwa Dimas Kanjeng yang ditangkap Polda Jatim bukan yang asli, tapi duplikat atau jelmaan dari sosok lain. Bahkan, sempat beredar isu bahwa kini Dimas Kanjeng tengah menunaikan ibadah haji di sebuah media cetak.

Sumber: ambiguistik.comjawapos.com

loading...
loading...