Rekan Kerja Berujung Mesra, 3 Hal yang Harus Diperhatikan Pasangan Suami-Istri

by

Perselingkuhan bisa menjerat kapan saja dan di mana saja, termasuk lingkungan kerja.

Berawal dari kesamaan topik perbincangan mengenai pekerjaan berujung pada percakapan lain yang berbuntut perselingkuhan.

Tiga user kumparan menuliskan perspektifnya mengenai isu selingkuh ini lewat user story.

Ketiganya adalah Perencana Keuangan di Aidil Akbar and Partners, Annissa Sagita, Founder Cinta Setara, Sri Juwita Kusumawardhani, dan Advokat pada DnTLawyers. Berikut selengkapnya.

1. Selingkuh dan Keuangan
Undang-undang Perkawinan No.1 tahun 1974 pasal 35 menyatakan bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.

Terjadinya perceraian akan mengakibatkan seluruh harta perkawinan dibagi dua sama rata apabila tidak ada perjanjian pra nikah.

Pembagian harga gono-gini ini tidak semudah yang dibayangkan. Apabila harta berbentuk aset bisa jadi harta tersebut harus dijual atau dicairkan terlebih dahulu sebelum dibagi dua.

Belum lagi jika surat-surat aset dipegang oleh salah satu pihak dan pihak lain tidak bisa atau sulit mengaksesnya, atau bahkan sudah berpindah tangan ke selingkuhan.

2. Selingkuh: Nyaman dengan Rekan Kerja yang Berujung Skandal
Terkait performa kerja, hal ini masih menunjukkan hasil yang berbeda pada berbagai penelitian.

Performa kerja karyawan dapat meningkat (terutama di awal hubungan dan/atau jika hubungannya tidak memiliki konflik yang signifikan).

Namun, jika hubungannya lebih penuh intrik atau hubungan romantis tersebut kandas maka performa kerja karyawan akan menurun.

Well, masih banyak jalan menuju Roma, masih banyak cara untuk meningkatkan performa kerja dibanding harus terlibat hubungan romantis di kantor (yang berisiko tinggi terhadap pekerjaan kita) apalagi jika hubungan tersebut tergolong perselingkuhan.

3. Selingkuhi Istri Bisa Dipidana
Ketika pasangan Anda terindikasi memiliki hubungan romansa dengan orang lain, patut diketahui bahwa kasus tersebut tidak dapat diproses.

Karena diperlukan pengaduan dari pihak yang dirugikan dalam hal ini pasangan dari pihak yang melakukan zina.

Ketika terbukti melakukan perzinaan, maka pihak yang melakukan perzinaan dapat dikenakan sanksi hukum.

Sumber: kumparan.com

Loading...
loading...
loading...