Punya Kelainan, Pria Ini Tak Bisa Pakai Baju Selama 40 Tahun, Begini Masyarakat Memperlakukannya

by -1,423 views

Petani India berusia 43 tahun bernama Subal Barman tak pernah mengenakan sehelai pakaian pun sejak berusia lima tahun.

Artinya ia sudah hampir selama 40 tahun tak berbusana. Bukan tanpa sebab, ternyata ia menderita kelainan kulit yang langka.

Melansir kompas.com, kelainan itu membuat pria asal desa Rajpur, negara bagian Bengal Barat, India tersebut tak merasa nyaman kala kulitnya bersentuhan dengan kain.

Sepasang kaus kaki bahkan sudah bisa membuat kulitnya melepuh. Ia mengatakan:

“Saat saya anak-anak, saya tak bisa mengenakan pakaian.”

“Pakaian membuat kulit saya serasa terbakar dan sakit tak tertahankan,” ujar Barman.

Yang lebih menyedihkan, Barman juga tak bisa tidur jika tubuhnya dibalut selimut. Barman menderita alergi langka itu sejak berusia lima tahun.

Diagnosis terhadap alerginya ditegaskan saat dia berusia 17 tahun. Sayang, keluarga Barman yang tergolong miskin membuatnya tak bisa mencari bantuan medis.

Terlebih lagi, pengobatan di kota terlalu mahal bagi kantong orangtuanya yang hanya bekerja sebagai petani.

Akhirnya, Barman harus menjalani hidupnya sehari-hari tanpa busana.

Untungnya, warga desa Rajpur, tempat pria ini tinggal, bisa memaklumi kondisi tersebut. Mereka bahkan terbiasa melihat Barman tanpa sehelai busana.

“Sungguh beruntung, para tetangga sudah terbiasa dengan keberadaan saya.”

“Mereka sudah menganggap kondisi saya normal dan tak pernah komplain,” ujar Barman.

“Mereka tahu saya memiliki masalah kulit selama bertahun-tahun dan membiarkan saya apa adanya dan tak pernah mengganggu saya,” kata dia.

Kondisin Barman memang sangat unik. Tapi ini tak menghalangi Barman bersosialisasi dengan lingkungannya.

Ia mengaku tetap terlibat dalam kegiatan sosial. Barman juga menghadiri pesta atau pernikahan meski tanpa mengenakan pakaian.

Usut punya usut, Barman akan merasa lebih nyaman ketika musim dingin tiba.

Pasalnya, saat musim panas, Barman harus mandi berulang kali dalam sehari untuk mendinginkan kulitnya.

“Saya harus mandi beberapa kali sehari karena kulit saya sangat sensitif terhadap panas.”

“Saya tidak tahan dengan panas dan air adalah satu-satunya yang bisa menolong,” ujarnya.

Barman tinggal sebatang kara karena ibunya meninggal dunia sejak 2003. Ayahnya sudah terlebih dahulu meninggal saat pria ini masih anak-anak.

Meski sudah cukup umur, Barman belum menikah. Dia yakin kondisinya yang berbeda menjadi penyebab utama dirinya belum mendapatkan pasangan hidup. Sambil putus asa, Barman mengatakan:

“Perempuan mana yang mau menikahi pria dengan masalah seperti ini?”

“Tak ada keluarga yang akan membiarkan putri mereka menikahi saya.”

“Namun, saya tak punya pilihan.”

“Ini kehidupan yang harus saya jalani,” kata Barman.

“Saya tahu akan sendirian seumur hidup.”

“Ini takdir saya.”

“Sedih atau depresi tak akan menghilangkan masalah saya.”

Barman secara terang-terangan mengatakan bahwa kondisi ini merupakan pemberian Tuhan.

Ia yakin Tuhan memandang dirinya secara khusus.

“Saya harus menerima bahwa Tuhan memberikan hal khusus kepada saya.”

“Mungkin di mata-Nya saya seorang yang spesial,” ujarnya.

Seorang juru bicara Yayasan Kulit Inggris, Profesor Hywel Williams, mengatakan, Subal Barman mungkin menderita salah satu bentuk disaesthesia.

Kondisi ini menyebabkan seseorang merasakan sakit seperti tertusuk jarum, terbakar, digelitik, dan sensasi lainnya saat bersentuhan dengan kain.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...