Protes soal Uighur, Klub Jerman Stop Akademi Sepakbola di China

by -615 views

Setelah pertandingan Arsenal akhir pekan lalu dibatalkan penayangannya di China, kini gelandang Arsenal Mesut Oezil dihilangkan dari gim Pro Evolution Soccer 2020 yang beredar di China.

Tindakan itu terjadi lantaran kritik Oezil terkait perlakukan terhadap minoritas Muslim Uighur di China.

Reaksi dunia sepak bola terkait pesoalan minoritas Uighur juga memasuki babak baru.

Klub sepak bola Jerman, FC Koln, menghentikan pembangunan akademi mereka di China.

Pejabat senior di klub itu menyatakan bahwa “hak asasi manusia sangat tidak dihargai” di negeri itu.

Namun klub tersebut menyatakan alasan penghentian adalah evaluasi ulang terhadap alokasi sumber daya.

Mereka juga mengatakan bentuk kerja sama lain, semisal sponsor dari perusahaan China, akan tetap diterima.

FC Koln
Sementara itu klub Jerman FC Koln yang dijadwalkan membuka akademi sepak bola di Shenyang, China timur laut, membatalkan rencana bernilai 1,8 juta euros (sekitar Rp28 miliar) itu.

Presiden klub Werner Wolf dalam pernyataan hari Rabu (18/12), “kami memutuskan tak melanjutkan proyek ini karena situasi terakhir ini,” katanya seraya menyebut perlunya evaluasi ulang terhadap alokasi sumber daya mereka.

“Bentuk lain kerja sama, misalnya sponsor dari perusahaan China, tidak ditolak,” tambahnya.

Akademi ini merupakan bagian dari kesepakatan tahun 2016 antara pemerintah Jerman dan China, yang rencananya dilanjutkan hingga tahun 2021.

Sementara itu bekas presiden klub Stefan Mueller-Roemer menyatakan kepada koran lokal Koelner Stadt-Anzeiger bahwa “kita tak butuh China dalam olah raga,” katanya sambil mengatakan hak asasi manusia sangat tak dihargai di China.

“China ingin menyedot ilmu kita tentang sepakbola, sama halnya seperti yang mereka lakukan di dunia bisnis. Ini terjadi karena pemimpin bisnis kita naif,” kata Mueller-Roemer.

Hari Kamis (19/12), pemerintah China membantah pernyataan Mueller-Roemer.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri China Geng Shuang menyatakan “Komentar orang Jerman itu sepenuhnya omong kosong”.

Presiden klub Wolf juga menyatakan komentar Mueller-Roemer itu juga merupakan “pendapat pribadi” yang tidak mencerminkan klub.

Persoalan Uighur
Pegiat hak asasi manusia mengatakan sekitar satu juta orang – sebagian besar dari masyarakat Uighur Muslim – diduga ditahan tanpa diproses hukum di sejumlah kamp penjara dengan pengamanan ketat.

China selalu menyangkal telah memperlakukan Muslim Uighur dengan tidak patut, dengan mengatakan mereka sedang mengikuti pendidikan di “pusat pelatihan kejuruan” untuk mengatasi ekstremisme keagamaan dengan kekerasan.

Harun Khan, Sekjen Dewan Muslim Inggris Raya, mengatakan tindakan Oezil “sangat patut dipuji” dan menyatakan keputusan dari Oezil “sangat disesalkan”.

Sumber: vivanews.com

loading...
loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.