Pria Live Facebook Bakar Uang Kertas Rupiah Bisa Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

by

Mendadak viral di media sosial (medsos), seorang pria live Facebook bakar uang kertas rupiah, dan aksi pria live Facebook membakar uang kertas bikin warganet geram.

Ternyata, pria bakar uang kertas rupiah terancam hukuman pidana, yang diketahui hukuman pidana bakar uang kertas 5 tahun penjara.

Selain hukuman penjara pembakar uang kertas rupiah, juga dikenakan denda Rp 1 Miliar.

WartaKotaLive melansir SuryaMalang, viral di Facebook, beredar video viral pria bakar uang kertas.

Diketahui, video viral pria membakar uang kertas tersebut, diunggah oleh akun Facebook bernama Sitanggang Parasamosir.

Diketahui pria ini membakar uang lembaran senilai Rp 50 ribu, Rp 10 Ribu dan Rp 2 ribu dalam siaran langsung tersebut.

Hal ini memancing kegeraman warganet yang menonton aksi pembakaran tersebut.

Video aksi membakar uang tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun.

Namun beberapa akun sosial media di facebook, Instagram, bahkan Twitter telah menyebarkan aksi pembakaran uang tersebut dalam bentuk foto.

Foto-foto ini merupakan hasil screenshot dari video-video yang sebelumnya disiarkan secara langsung oleh akun tersebut.

Dalam postingan akun Viral Batak, ia menuliskan bahwa pria ini melakukan aksi tersebut di Bandung, Jawa Barat.

AKUN FB atas nama SITANGGANG PARSAMOSIR telah melakukan Tindak Pidana dengan MEMBAKAR UANG secara Live.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Batak Viral (@batak_viral) on

Diduga posisi Pelaku berada di Bandung,” begitulah bunyi unggahan di akun FB Viral Batak itu.

Sampai saat ini, screenshot yang ada di akun Batak Viral itu mencapai 5 ribu komentar dan 5600 kali dibagikan.

Banyak netizen yang melayangkan cercaan, ada juga yang meminta agar dia dipenjara atas tindakannya bakar uang rupiah itu.

Bank Indonesia (BI) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa tindakan yang merusak kualitas uang rupiah bisa terjerat pidana.

Merusak rupiah tidak hanya membakar, melipat rupiah dan menjadikan sebagai mahar pun bisa terkena pidana.

Dari sisi hukum akan ada sanksi yang dikenakan oleh pelanggar, yaitu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Larangan Masyarakat Untuk Merusak Uang Kertas.

“Mereka yang kedapatan merusak uang rupiah dapat dikenakan ancaman pidana 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” ujar kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Surakarta Bakti Artanta di Solo, Jawa Tengah, Senin (29/7/2019).

Ia juga menambahkan bahwa BI sudah menyiapkan uang sendiri jika ada warga masyarakat yang ingin membuat mahar pernikahan.

Sebagaimana diketahui, mahar berbentuk hiasan dari uang kerap ditemui dalam pernikahan di tanah air.

“Uang itu biasanya berbentuk unik karena masih utuh dalam wujud dua atau tiga lembar yang belum dipotong,” sebutnya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...