Pria Ini Alami Infeksi Parah Setelah Makan Olahan Darah Babi, Kedua Kakinya Kini Diamputasi

by

Waspada bagi yang gemar memakan olahan darah babi. Produk olahan daging maupun darah babi kemungkinan mengandung patogen yang berbahaya jika tidak dimasak dengan benar.

Hal miris terjadi pada seorang pria asal Thailand bernama Pao Nopparat Milinthanuch.

Seperti yang dilansir oleh World of Buzz, Nopparat harus kehilangan kedua kakinya karena ia makan produk olahan darah babi yang ternyata mengandung patogen Streptococcus suis.

Produk olahan dari darah babi
Pao alami infeski

Menurut laporan Khaosod.co.th, insiden ini terjadi 3 tahun silam saat festival Songkran 2016.

Saat itu, Nopparat pulang ke kampung halamannya untuk merayakan festival tersebut.

Saat jamuan makan, ia mencicipi tahu darah babi atau puding darah babi. Saat kembali ke Bangkok, ia merasa tak enak badan.

Nopparat merasakan kram otot, mengigil, serta kedinginan pada tangan dan kakinya. Ia lalu memutuskan pergi ke rumah sakit.

Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan, dokter menemukan bahwa darah Nopparat sudah terinfeksi parah.

Kondisinya memburuk dengan sangat cepat. Nopparat mengalami sepsis, gagal ginjal akut dan mengalami masalah kesulitan nafas.

Dokter dengan cepat menangani Nopparat. Namun berkata bahwa 24 jam selanjutnya adalah masa kritis.

Jika tidak ada kemanjuan, maka Nopparat tidak akan bisa selamat.

Nopparat (Kwongwah)

Di titik itu, kaki Nopparat mulai kaku. Dokter menyarankan amputasi untuk menyelamatkan nyawanya.

Nopparat tak punya pilihan selain menuruti saran dokter. Kedua kakinya diamputasi.

Baru-baru ini, Nopparat diundang dalam acara talkshow untuk membagikan pengalamannya.

Khaosod

Dilansir oleh worldofbuzz, WHO menyatakan bahwa patogen Streptococcus suis dapat masuk tak hanya melalui makanan yang dimasak kurang dari suhu 70 derajat Celcius.

Streptococcus suis juga dapat masuk melalui luka atau goresan pada tangan.

Biasanya ada waktu inkubasi dari satu sampai tiga hari sebelum patogen menyerang tubuh manusia.

Beberapa gejala awal infeksi patogen ini yaitu demam, mual, muntah, sakit kepala parah dan sakit otot.

Dalam beberapa kasus, infeksi dapat berujung pada meningitis. Di beberapa belahan dunia, darah ternak memang dikonsumsi.

Tahu atau puding darah babi yang dikonsumsi Nopparat merupakan makanan populer Kanton di Hong Kong.

Makanan itu juga populer di Taiwan dan juga Vietnam.

Di Korea, olahan darah biasanya dari darah kerbau yang digunakan untuk sup, dikombinasikan bersama daging atau dimakan bersama karbohidarat.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...