Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Keluarganya Nangis & Memaki Usai Sidang: Gak Punya Perasaan!

by

Pelaku mutilasi kasir mini market Vera Oktaria (18), Prada DP (21) dituntun hukuman penjara seumur hidup.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh oditur atau jaksa Mayor Chk Darwin Butar Butar di Pengadilan Militer 1-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

Tak cuma itu oditur juga memohon agar hakim ketua Letkol M Kazim memecat Prada DP dari militer.

“Memohon kepada hakim untuk menjatuhkan pidana pokok penjara seumur hidup,” kata oditur.

“Memohon agar dipecat dari militer dan ditahan,” tambahnya dikutip TribunJakarta.com dari Sumsel.com.

Mendengar tuntutan tersebut, Prada DP hanya bisa menangis sesengukan.

Sejumlah keluarga Prada DP yang menyaksikan persidangan turut banjir air mata mendengar tuntutan oditur.

Tak cuma itu, selesai persidangan keluarga Prada DP bahkan memaki awak media.

Mulanya seorang awak media bermaksud meminta tanggapan keluarga mengenai hukuman seumur hidup yang dijatuhkan oditur kepada Prada DP.

Pantauan TribunJakarta.com, dua orang wanita berkerudung kembang-kembang hanya diam.

Namun tiba-tiba, anggota keluarga Prada DP yang mengenakan kerudung biru, berdiri memaki awak media.

“Enggak ngerti perasaan orang, orang lagi sedih!” ucap wanita berkerudung biru, sambil menangis histeris.

Wanita tersebut bahkan menunjuk-nunjuk dan mengusir awak media untuk menjauh.

“Engga punya perasaan kamu!” katanya.

“Kasih waktu dulu ya mas,” ucap petugas persidangan.

Simak videonya berikut ini:

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima
Suhartini yang merupakan ibu kandung dari Vera Oktaria (21) nampak begitu kesal mengetahui Prada DP dituntut oleh Oditur dengan penjara seumur hidup.

Selama sidang berlangsung, Suhartini selalu hadir dan mendengarkan keterangan satu persatu saksi.

Namun, ia begitu kecewa setelah mengetahui pembunuh anak bungsunya tersebut tidak diberikan hukuman secara maksimal dalam tuntutan Oditur.

“Kami minta hukum mati itu baru pas. Anak saya hilang, saya tidak puas dengan hukuman ini,”kata Suhartini diluar ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (22/8/2019).

Dalam persidangan pun, menurut Suhartini Prada DP banyak menyebutkan kebohongan, salah satunya adalah tentang kondisi Fera yang dalam keadaan hamil.

“Dia bohong terus dalam sidang, dia itu nangis puas sudah membunuh anak saya. Bukan nangis menyesal,”ujarnya.

Sama halnya dengan Rusnah (45) yang merupakan bibi Fera.

Ia meminta kepada hakim ketua untuk memberikan hukuman maksimal kepada Prada DP karena telah menghilangkan nyawa keponakannya secara sadis.

“Keponakan saya dibunuh, dicincang, harus diberikan hukumaan maksimal, jangan seperti ini,” ucapnya sambil menangis.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...