Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pria Tanpa Kepala Dalam Ember, Berikut Kronologi Penemuan

by

Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat pria tanpa kepala dalam ember di Tangerang.

Penemuan mayat tanpa identitas kembali ditemukan dengan kondisi mengenaskan.

Kondisi tubuh yang sudah tidak lengkap, mayat juga dimasukkan ke dalam ember.

Mayat tersebut ditemukan di dekat Sungai Cisadane, Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Mengutip dari Wartakota, menurut kesaksian warga sekitar, penemuan mayat itu berawal dari seseorang yang sedang mencari kroto atau semut di sekitar lokasi kejadian pada Minggu (21/4/2019).

“Saya dapet info dari temen ada rame-rame, katanya ada mayat. Saya datang ke situ jam setengah 9 (malam) sudah ramai banget,” ujar warga Cihuni, Tatung (31), Senin (22/4/2019).

Lokasi penemuan mayat yang berada di balik tembok dekat sungai Cisadane membuat warga lain kesulitan untuk melihat langsung mayat yang ditemukan dengan kondisi tragis itu.

Dari penuturan Tatung, berdasarkan foto-foto yang diterimanya, keadaan mayat di dalam ember itu ditemukan dengan keadaan yang tidak utuh.

Mayat dalam ember itu sudah dalam keadaan membusuk dengan celana jeans dan jaket hitam, jasadnya juga sudah menunjukkan bagian tulangnya.

Mayat dalam ember tanpa kepala

Bagian kepalanya yang sudah tinggal tulang pun terpisah dari bagian badannya.

“Saya ngga lihat karena posisinya susah di dalam tembok harus pakai tangga. Kalau ngeliat dari foto di dalem ember dengan kepala yang terpisah,” jelasnya.

Dari foto-foto itu, kondisi mayat diduga sudah cukup lama berada di balik tembok dekat sungai Cisadane itu.

“Kaya udah sebulan deh itu dari kondisinya,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander Yurikho mengatakan mayat tersebut tengah diperiksa di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dilansir GridHot.ID dari Kompas TV pada Selasa (23/4/2019), AKP Alexander Yurikho menjelaskan, proses penyelidikan baru dapat dilakukan setelah menerima hasil forensik dari RS Kramat Jati.

Alexander juga menambahkan, dari hasil forensik itu banyak pertanyaan yang dapat terjawab terkait penyebab dari kematian mayat yang diduga berjenis kelamin pria.

“Terkait berapa lama jenazah telah meninggal, kenapa meninggal atau penyebab kematian, sampai dengan hal ihwal lain terkait dengan kematian, InsyaAllah secara medis forensik yang dapat dipertanggung jawabkan sedang dilaksanakan,” kata Alexander.

“Artinya, kita jangan berburuk sangka, berpolemik bahwa ini adalah mutilasi, pembunuhan, dan sebagainya,” tambahnya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...