Pesan Paling Viral Sutopo Sebelum Meninggal Dunia, Renungan Untuk yang Masih Sehat

by

Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak tahun 2018 lalu.

Kepala Pusdatinmas BNBP ini juga sempat menjalani perawatan di Guangzhou, China sebelum meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) pukul 02.20 waktu setempat.

Saat sedang berjuang melawan kanker, Sutopo Purwo Nugroho sering membagikan foto dan video saat dirinya menjalani perawatan.

Foto dan video tersebut dibagikannya melalui akun Instagram @sutopopurwo.

Pada setiap foto dan video yang diunggah, Sutopo Purwo Nugroho selalu menulis caption yang mendeskripsikan kondisinya serta kalimat motivasi.

Ingatkan untuk Selalu Berpikir Positif
Pada video yang diunggah 20 Mei 2019 lalu, Sutopo menuliskan caption mengenai pentingnya berpikir positif.

Menurut Sutopo, walaupun sedang dalam kondisi sakit kita tetap harus berpikir positif. Hal tersebut dapat membantu kesembuhan jiwa dan raga.

“Tahukah anda bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran?

Pada 1986, penelitian Fakultas Kedokteram di San Fransisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat NEGATIF.

Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh pada keburukan (ammarah bi al-su’).

Maka 80% dari 60.000 pikiran, berarti setiap hari kita memiliki 48.000 pikiran negatif.

Semua itu turut mempengaruhi perasaan, perilaku dan penyakit yang mendera jiwa dan raga.

Maka selagi anda masih sehat selalu berpikir positif. Jangan mudah terbawa pengaruh untuk berpikir negatif.

Bagi kita yang sakit. Kita tetap harus berpikir positif.

Terapi berpikir positif dapat membantu kesembuhan sakit jiwa dan raga.

Meski ini bukan hal yang mudah.

Orang sakit apalagi sakit kritis akan lebih sensitif, labil dan menderita ditengah penyakit yang menggerogoti fisik dan rasa dihatinya.

Jadi kita harus terus optimis dan berpikir positif.”

Lepaskan Beban Dengan Menangis
Selain memberikan pesan untuk berpikir positif, Sutopo juga mengingatkan tentang tidak ada salahnya jika ingin menangis.

Sutopo menulis caption pada foto dirinya yang sedang menitikkan air mata. Menurut Sutopo menangis adalah fitrah manusia jika tertimpa musibah.

Pria yang menempuh S-1 Geografi di Universitas Gadjah Mada ini juga menyebut bahwa menangis bisa melepaskan beban di hati.

“Orang kuat bukanlah orang yang tidak pernah menangis.

Orang kuat adalah orang yang mengakui bahwa dirinya lemah.

Menangis adalah fitrah manusia jika ditimpa musibah. Menangis juga juga untuk melepaskan segala bebam yang ada di hati kita.

Tentu yang paling baik menangis sendirian di hadapan Sang Pencipta.

Menangis dan menyesali semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan kepada diri sendiri maupun kepada Allah.

Jika kita melakukan ini, sesungguhnya Allah tengah menurunkan limpahan rahmat dan nikmat yang tidak terhingga untuk diri kita.

Apalagi menangis di saat sedang bersujud.

“Dan mereka bersujud sambil menangis dan mereka bertambah khusyu” (QS Al Israa’: 109).

Insya Allah jika setelah menangis di hadapan Allah, hati ini rasanya akan lebih tenang dan pikiran akan lebih terbuka.

Yakinlah bahwa Allah mendengar dan melihat tangisan kita.

Allah akan memberi jalan keluar yang terbaik kepada hambanya yang mau menyesali kesalahannya dan memohon pertolongan kepada-Nya.

Menangislah!”

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...